
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau nomor urut 2, Lukman Edy dan Hardianto.
JawaPos.com - Pasangan Calon (Paslon) Gubernur-Wakil Gubernur Riau nomor urut dua Lukman Edy-Hardianto, diklaim unggul pada Pilgub Riau 2018. Hal itu berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Indonesia Development Monitoring (IDM).
"Peta politik Pilkada Riau sudah semakin terang. Pasangan Lukman Edy-Hardianto unggul dibanding pesaing lainnya," ungkap Fahmi Hafel, Direktur Eksekutif IDM, Pekanbaru, Rabu (13/6).
Elektabilitas pasangan Lukman Edy-Hardianto memperoleh 26.6 persen, disusul Syamsuar-Edy Natar di posisi kedua dengan angka 21.4 persen. Sementara pasangan Firdaus-Rusli Effendi memperoleh 14.2 persen dan petahana Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno 11,4 persen. Dan yang tidak menjawab sebanyak 26.4 persen.
"Elektabilitas ini diperoleh saat diajukan pertanyaan spontan jika Pilgub dilaksanakan hari ini, paslon mana yang akan ibu atau bapak pilih. Hasil survei menunjukkan, secara Top on Mind, pasangan LE-Hardianto menempati posisi teratas. Dari angka elektabilitas ini tergambar bahwa pasangan Lukman Edy-Hardianto yang paling berpeluang memenangkan pemilihan Kepala Daerah Provinsi Riau," lanjut Fahmi.
Sementara itu, ketika diajukan pertanyaan tentang seberapa besar tingkat pengenalan publik terhadap Paslon Kepala Daerah Riau, popularitas paslon ber-Jargon Riau Bangkit itu menembus angka 88.8 persen.
"Unggul dari cagub petahana yang diusung Golkar-PDIP dan Hanura Arsyadjuliandi rachman - Suyatno, " katanya.
Unggul dari petahana pasangan Lukman Edy -Hardianto memperoleh sebesar 88,7 persen. Sementara popularitas Syamsuar-Edy Natar 86,2 persen, dan Firdaus-Rusli Effendi 84,6 persen," kata Fahmi.
Selain itu, paslon yang diusung koalisi PKB-Gerindra ini dianggap sebagai tokoh yang paling disukai (likeability) masyarakat Riau di antara ketiga kandidat dengan angka 86,8 persen. Kemudian, posisi kedua disusul Syamsuar-Edy Natar dengan angka 82,8 persen, Firdaus-Rusli Effendi 74,2 persen, dan Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno 65,7 persen.
Fahmi menjelaskan, survei tersebut menggunakan metode multi-stage sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah, 1.847 responden dengan margin of error sekitar 2,28 persen pada tingkat kepercayaan 95%. Responden tersebar di 12 kabupaten dan kota di Riau. Metode pengumpulan data adalah dengan mewawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner pada 24 Mei hingga 7 Juni 2018.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
