
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengritik keras kunjungan anggota Wantimpres Yahya Staquf ke Israel.
JawaPos.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Staquf atau Gus Yahya melakukan kunjungan ke Israel, atas undangan Universitas Tel Aviv. Belakangan hal itu menjadi polemik karena posisi Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina.
Indonesia juga mengritik pemindahaan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem. Menurut Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Gus Yahya yang mengklaim kunjungannya dalam kapasitas pribadi jelas tak dapat diterima.
Pasalnya Gus Yahya adalah penasihat Presiden, anggota Wantimpres. Posisinya setingkat menteri yang berarti juga merupakan pejabat negara.
"Artinya, sebagai pejabat negara sikap politik luar negerinya harus tunduk pada konstitusi dan Undang-undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Tak boleh keluar dari koridor tersebut," ujar Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (13/6).
Menurut Fadli, selain bermasalah secara prosedural, kunjungan Gus Yahya juga cacat moral. Pasalnya di tengah agresi Israel ke Palestina belakangan ini, ironis jika ada pejabat Indonesia yang berkunjung ke Israel.
Kunjungan tersebut jelas menunjukkan sikap yang sangat tak sensitif. Ironisnya lagi, kunjungan Gus Yahya juga bisa dinilai oleh dunia internasional sebagai justifikasi simbolis dukungan pejabat negara Indonesia terhadap tindakan Israel selama ini.
"Mengingat sikap politik luar negeri Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina," tegasnya.
Sehingga, menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, hadirnya Gus Yahya di Israel sangat tidak konstruktif dan kontraproduktif. Apalagi, kata Fadli, tak ada pernyataan yang menyiratkan dukungan terhadap Palestina dari pembicaraan Gus Yahya di Forum Global AJC.
"Bahkan dari video yang beredar, tak ada kata Palestina dalam pernyataan Staquf. Apakah ini menandai sikap politik luar negeri Indonesia yang sudah meninggalkan prinsip bebas aktifnya? Atau telah mengubah kebijakan terhadap Israel?" tanyanya.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi pihak pemerintah untuk memberikan klarifikasi sekaligus teguran terhadap kunjungan anggota Wantimpres Gus Yahya yang menyandang status sebagai pejabat negara.
Sekadar informasi, Gus Yahya bertolak ke Israel atas undangan Universitas Tel Aviv untuk menjadi pembicara dengan tema 'Shifting the Geopolitical Calculus; From Conflict to Cooperation'.
Gus Yahya sempat berdialog dengan Forum Global Yahudi Amerika saat berkunjung ke Israel. Dalam forum dialog dengan Direktur Hubungan Antaragama Rabi David Rosen, Yahya mengatakan bahwa kunjungannya ke Israel kali ini tak lepas dari melanjutkan pekerjaan mantan Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Dalam pertemuan itu, Gus Yahya menyampaikan sejumlah hal, mulai dari langkah yang telah dilakukan Gus Dur sebelumnya, hubungan Yahudi dan Islam, hingga tentang kasih sayang untuk menyelesaikan suatu konflik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
