Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Juni 2018 | 06.53 WIB

Menghitung Peluang Gatot, Rizal dan Habib Rizieq di Pilpres 2019

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli saat berkunjung ke redaksi JawaPos.com. - Image

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli saat berkunjung ke redaksi JawaPos.com.


JawaPos.com - Beberapa figur calon presiden (Capres) non parpol yang kerap disebut-sebut sejumlah lembaga survei, masih kecil kemungkinan untuk dilirik partai. Pasalnya, elektabilitas mereka masih jauh dari sosok Joko Widodo dan Prabowo Subianto.   


Pakar Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai tokoh-tokoh dari luar partai sulit maju menjadi calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres). Karena faktor elektabilitas menjadi pertimbangan utama parpol meminang capres atau cawapres dari luar partai. 


"Terbukti belum ada tokoh non parpol yang elektabilitasnya di atas 50 persen. Jadi sangat logis jika parpol tak melirik mereka. Partai kan ingin jagonya menang dan berkuasa, masa mendukung calon yang elektabilitasnya rendah," ujar Emrus kepada JawaPos.com, Selasa (12/6).


Salah satu capres non parpol yang dicontohkan Emrus adalah  mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, maupun Imam Besar FPI Habib Rizieq Shibab.


Mereka, lanjut Emrus sudah banyak digadang-gadang menjadi capres maupun cawapres. tapi faktanya elektabilitas figur-figur itu masih sangat rendah. Hal itu terbukti dari beberapa hasil survei, nama-nama tersebut masih jauh tertinggal dari Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.


"Saya pikir parpol juga tidak mungkin memaksakan membri tiket kepada figur yang elektabilitasnya rendah. Sebetulnya yang lebih aman yang elektabilitas 70 persen. Jokowi sendiri belum aman karena belum sampe 50 persen. Karena masih banyak swing votter," jelasnya. 


Lebih lanjut, Emrus juga mengaku saat ini dirinya melihat ada keniscayaan lahirnya poros ketiga. Pasalnya, komunikasi politik yang terbangun antar partai belum mengkristal ke dua poros, poros satu atau dua. 


Bahkan, kata dia, partai-partai yang saat ini sudah menunjukkan indikasi berada di posisi dua poros itu tidak ada jaminan mereka akan tetap berada di poros itu. Kondisinya masih sangat cair. 


"Peta koalisi politiknyamasih sangat cair. Karena sepanjang kepentingan politik mereka belum terakomodasi, pasti bakal ada manuver soal lahirnya koalisi atau poros baru," pungkasnya. 

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore