
Spanduk tol milik Jokowi terpasang di sebuah jalan tol
JawaPos.com - Penggagas Gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera meminta kepada masyarakat menggunakan atributnya saat mudik ini. Atribut itu yang berkaitan dengan #2019GantiPresiden.
Lantas, tiba-tiba beredar spanduk yang menjadi viral di media sosial bertuliskan, 'Pendukung #2019GantiPresiden. Anda sedang melewati jalan Tol Pak Jokowi'.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, spanduk 'Tol Milik Jokowi' adalah sesuatu yang berlebihan atau kampungan. Karena ingin memberitahu ke masyarakat jalan tol dibangun di era Jokowi.
"Gerakan kontra yang dilakukan pendukung Jokowi terlihat norak dan kampungan dengan mengunakan tagline Ganti Presiden 2019 lalu ingin menjelaskan pada pemudik kalau jalan tol itu yang bangun di era Jokowi," ujar Arief kepada JawaPos.com, Selasa (11/6).
Menurut, Arief spanduk 'Tol Milik Jokowi' saat ini sedang dibangun sebuah persepsi bahkan Jokowi bekerja dalam pembangunan infastruktur. Padahal itu adalah sebuah kebohongan.
"Semua itu mencoba untuk 'ngapusi' masyarakat dan sebenar rakyat udah tahu kok program jalan tol di Jawa dan Sumatera belum selesai, dan merupakan program di era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)," katanya.
Di era SBY sudah dilakukan program pembayaran pembebasan lahannya. Hanya di era Jokowi tinggal dilanjutkan saja. Sebab proyek proyek jalan tol itu sudah di tender di era SBY dengan BUMN, perusahaan swasta nasional sebagai kontraktor dan pengelolanya.
"Tolong ya jalan tol jangan digunakan arena politik dan politisasi apalagi politik 'ngapusi masyarakat dengan data data bohong," tegasnya.
Menurut Arief, ini juga sebagai bentuk kepanikan Jokowi dengan makin membesarnya semangat masyarakat untuk mengganti Presiden 2019. Kata dia, cobalah pendukung Jokowi cerdas sedikit dalam melakukan kampanye anti ganti Presiden 2019.
"Enggak perlu di jalan tol misalnya ngajak Jokowi mudik lewat darat naik motor konvoi pakai jaket dari Pelabuhan Merak sampai ke Pelabuhan Banyuwangi," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
