Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 21.09 WIB

Hore, Djarot Janji Akan Tambah Penghasilan Guru Honorer

Silaturahmi Djarot dengan guru-guru madrasah yang tergabung dalam Ikatan Guru Madrasah Swasta Sumatera Utara berlangsung di halaman ruma salah seorang warga di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. - Image

Silaturahmi Djarot dengan guru-guru madrasah yang tergabung dalam Ikatan Guru Madrasah Swasta Sumatera Utara berlangsung di halaman ruma salah seorang warga di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat.

JawaPos.com - Wajah para guru madrasah terlihat semringah saat Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menemui mereka di Kabupaten Langkat, Senin (11/6).


Silaturahmi Djarot dengan guru-guru madrasah yang tergabung dalam Ikatan Guru Madrasah Swasta Sumatera Utara berlangsung di halaman ruma salah seorang warga di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai.


Mereka mendeklarasikan dukungan untuk pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) pada Pilgub 27 Juni mendatang.


Seluruh guru-guru madrasah swasta se-Sumatera Utara akan memperoleh tambahan penghasilan berupa insentif sebesar Rp 1,8 juta per tahun. Ini harapan baru dari pasangan DJOSS untuk membantu kesejahteraan para guru-guru madrasah swasta di Sumatera Utara.


Dalam tatap muka itu, Djarot menyebutkan, pendapatan yang diperoleh guru-guru madrasah swasta relatif sangat kecil. Sementara perananan para guru madrasah swasta ini sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia (SDM) terkhusus anak-anak generasi penerus bangsa.


“Ini tentu tidak adil bagi mereka. Oleh sebab itu pemerintah harus hadir. Bukan apa-apa. Ini tanggung jawab pemerintah. Tugas pemerintah itu melayani,” kata Djarot dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada, Selasa (12/6).


Djarot mengungkapkan, pemberian insentif tambahan itu terinspirasi ketika bertemu guru-guru madrasah di Desa Harapan Baru, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, belum lama ini.


Saat itu, guru-guru madrasah menyampaikan aspirasi ke Djarot bahwa honornya hanya berkisar Rp 150 ribu per bulan. Bak gayung bersambut, pasangan Djarot-Sihar kemudian memutuskan memberikan insentif sebagai penghasilan tambahan sebesar Rp 1,8 juta per tahun. Dananya pun ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru honor madrasah.


“Insentifnya langsung masuk ke rekening empat bulan sekali, biar tak ada pemotongan,” demikian Djarot seraya menyebutkan, setiap guru-guru honorer itu nantinya akan memegang Kartu Sumut Keluarga Sejahtera (KSKS).

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore