Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 19.50 WIB

Pedagang Ayam di Solo Protes Operasi Pasar

PROTES: Sejumlah pedagang ayam di Pasar Jongke, Solo memprotes keberadaan operasi pasar. - Image

PROTES: Sejumlah pedagang ayam di Pasar Jongke, Solo memprotes keberadaan operasi pasar.

JawaPos.com - Operasi pasar digelar di Pasar Jongke, Solo. Kegiatan tersebut menuai protes dari sejumlah pedagang. Mereka mengalami kerugian. Karena banyak pelanggan yang beralih membeli ayam di tempat operasi pasar dengan harga lebih murah.


Protes operasi pasar salah satunya disampaikan Titin, 41. Perempuan berhijab itu mengaku rugi karena pesanan daging sebanyak 50 kilogram dari pelanggan tidak jadi diambil lantaran adanya operasi pasar. Pelanggan memilih membeli ayam di operasi pasar dengan harga Rp 33 ribu per kilogram.


"Ada pelanggan yang sudah pesan 50 kilogram, sudah saya siapkan. Tiba-tiba ada operasi pasar dengan harga Rp 33 ribu per kilogram. Lalu dia memilih membeli di tempat operasi pasar," ungkapnya, Selasa (12/6).


Padahal, Titin sudah mengeluarkan modal besar untuk menyetok daging ayam tersebut. Dia membeli ayam hidup dengan harga Rp 28 ribu per ekor. Lalu menyembelihkan dan menjualnya kembali dengan harga Rp 38 ribu. Menurutnya, harga itu sudah sesuai di pasaran.


"Kalau kemudian ada yang menjual ayam dengan harga Rp 33 ribu, otomatis mereka memilih yang murah. Sementara kalau saya harus menjual dengan harga Rp 33 ribu, jelas tidak bisa. Wong kulakannya saja sudah mahal," katanya.


Titin bersama pedagang ayam lainnya langsung menggeruduk ke lokasi operasi pasar dan meminta operasi pasar dihentikan. Pedagang juga mendatangi pihak pengelola pasar untuk meminta kejelasan terkait operasi pasar tersebut.


Lia, 28, pemasok ayam juga merasakan dampak dari adanya operasi pasar tersebut. Menurutnya, harga yang ada saat ini bukan karena pihaknya ingin mencari untung yang lebih karena momen Lebaran. Tetapi karena pasokan ayam yang sulit sehingga membuat harga melambung. "Kalau harganya mahal itu sudah dari sananya. Mau tidak mau kami juga menaikkan harga," tuturnya.


Sementara itu, Tim Operasi Pasar Rio Kurniawan membenarkan jika para pedagang sempat memprotes operasi pasar. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengingat dirinya hanya diberikan tugas untuk menjual daging tersebut.


"Kalau saya hanya petugas yang ditugasi untuk menjual saja. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, operasi pasar ditutup lebih cepat dari jadwal yang seharusnya," ungkapnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore