
Titiek Soeharto saat bersama mantan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie
JawaPos.com - Politikus Senior Partai Golkar Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto telah resmi pindah ke Partai Berkarya pada Senin (11/6). Putri dari Presiden ke-2 Indonesia Soeharto ini tak kuasa berada di partai besutan Airlangga Hartarto, lantaran tak bisa mengkritik permasalahan bangsa, khususnya mengenai ekonomi.
Mundurnya Titiek dari partai Golkar pun disoroti pula oleh berbagai partai politik lainnya. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade menghargai kepindahan wanita kelahiran Semarang, Jawa Tengah itu ke partai besutan Tommy Soeharto.
"Itu hak konstitusinya Bu Titiek, pilihan beliau. Siapapun berhak berganti pilihan, termasuk hak beliau untuk pindah partai," kata Andre saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (12/6).
Andre menyebut, kepindahan Titiek menandakan bahwa partai Golkar tak dapat mengakomodasi keinginan kadernya untuk tetap mengkritik pemerintahan Jokowi. Apalagi, saat ini partai berlambang beringin hitam itu telah berada di gerbong pendukung pemerintahan mantan Wali Kota Surakarta itu.
"Mba Titiek merasa Golkar tutup mata dari jeritan hati rakyat, demi mendukung Presiden Jokowi," ucap Andre.
Menurut Andre, pindahnya Titiek ke partai Berkarya sekaligus menandakan bahwa permasalahan ekonomi merupakan isu penting dari bangsa ini. Pertumbuhan ekonomi yang stagnan, penyerapan lapangan pekerjaan sampai serbuan tenaga asing masih terus menjadi keprihatinan masyarakat.
"Coba tanya orang tua kalian, harga kebutuhan pokok gimana, pasti kebutuhan pokok menjerit sekarang, harga harga naik, semua naik, daya beli kita lemah, kan itu sekarang yang terjadi," ujarnya.
"Karena itu, Mba Titiek keluar dari partai Golkar pindah ke Berkarya, ya alasannya itu, tidak bisa menyuarakan jeritan hati rakyat, bahwa Mba Titiek merasa bergabung dari partai golkar beliau tersandera dengan koalisi pendukung pemerintah, sehingga beliau tidak bebas menyuarakan aspirasi rakyat," sambungnya.
Sebagai informasi, alasan kepindahan Titiek Soeharto disebutkannya lantaran dirinya gelisah mengenai permasalahan ekonomi bangsa. Dengan masih berada di partai Golkar, dirinya mengaku tak bisa menyuarakan permasalahan ini kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
