
Kotak yang berisi mayat di dalam Musala Al Musyarafah, Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kotak itu dititipkan oleh orang tidak dikenal, Minggu (10/6) dini hari.
JawaPos.com - Kasus pembunuhan sadis yang mayatnya dimasukkan dalam sebuah kontainer plastik dan dititipkan di Musala Al Musyarafah masih terus coba diungkap. Direktorat Serse Kriminal Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan masih berusaha menguak kasus pembunuhan terhadap Linda Wati itu.
Meski pelakunya sudah tertangkap, namun hingga kini penyidik masih berusaha mendapatkan motif terang atas pembunuhan sadis ini. Mengingat kejanggalan dari peristiwa ini, Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana mengatakan, kepolisian masih akan memeriksa kejiwaan Riyad alias Iyad, si pelaku pembunuhan.
Polisi meragukan kesehatan kejiwaaan lelaki bernama asli Husni Thamrin yang tak lain adalah suami korban tersebut. "Untuk mengetahui kami akan periksa kejiwaan pelaku," ucap Rachmat dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Grup), Selasa (12/6).
Polisi merasa tindakan yang dilakukan Iyad sangat ganjil. Dia membunuh Linda yang diakuinya sebagai istri siri, lalu melipat jasad Linda agar muat dalam kotak dan mengikatnya menggunakan tali rafia.
Kemudian mayat dibungkus dalam plastik hitam besar yang dilapisi lembaran karung beran, lalu dimasukkan ke dalam kotak. Kotak ini kemudian dititipkan di sebuah musala di Desa Pemakuan Laut Sungai Tabuk.
"Logika saja. Sudah membunuh, memasukkan (jasad korban) dalam boks kontainer, lalu membawanya pakai motor dan meletakkannya di Langgar. Nyali pelaku luar biasa," nilai Rachmat.
Karena itu, dia sudah memerintahkan kepada anggotanya untuk menggali penyebab pelaku sampai tega menghabisi nyawa korban. "Motifnya masih kami gali," tambahnya.
Sebelumnya, warga Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk heboh, Minggu (10/6). Mereka mendapati mayat di Musala Al Musyarafah di dalam sebuah kotak plastik. Mayat itu dititipkan oleh orang tidak dikenal.
M Said, salah seorang saksi mata mengatakan, dia sempat melihat kedatangan seorang pria dengan sepeda motor Yamaha Jupiter butut yang membawa kotak itu di belakang jok motor. Saat itu, Said bersama beberapa rekannya bersantai di teras musala setelah tadarusan berjamaah.
Yang lebih dramatis lagi, Said dan jamaah sendiri bahkan membantu pengendara tersebut menurunkan kotak itu dari motornya. Pelaku meminta izin meletakkan boks tersebut di musala sebentar karena hendak kembali ke rumah mengambil telepon genggam.
Setelah dibuka usai salat Subuh ternyata isinya mayat dengan kondisi mengerikan, diikat dan dilipat. Belakangan pelaku diketahui bernama Riyad, yang tak lain adalah suami korban. Pelaku sudah diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
