Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 12.05 WIB

Pembunuhan Mayat Dititipkan di Musala, Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku

Kotak yang berisi mayat di dalam Musala Al Musyarafah, Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kotak itu dititipkan oleh orang tidak dikenal, Minggu (10/6) dini hari. - Image

Kotak yang berisi mayat di dalam Musala Al Musyarafah, Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kotak itu dititipkan oleh orang tidak dikenal, Minggu (10/6) dini hari.

JawaPos.com - Kasus pembunuhan sadis yang mayatnya dimasukkan dalam sebuah kontainer plastik dan dititipkan di Musala Al Musyarafah masih terus coba diungkap. Direktorat Serse Kriminal Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan masih berusaha menguak kasus pembunuhan terhadap Linda Wati itu.


Meski pelakunya sudah tertangkap, namun hingga kini penyidik masih berusaha mendapatkan motif terang atas pembunuhan sadis ini. Mengingat kejanggalan dari peristiwa ini, Kepala Polda Kalsel Brigadir Jenderal Rachmat Mulyana mengatakan, kepolisian masih akan memeriksa kejiwaan Riyad alias Iyad, si pelaku pembunuhan.


Polisi meragukan kesehatan kejiwaaan lelaki bernama asli Husni Thamrin yang tak lain adalah suami korban tersebut. "Untuk mengetahui kami akan periksa kejiwaan pelaku," ucap Rachmat dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Grup), Selasa (12/6).


Polisi merasa tindakan yang dilakukan Iyad sangat ganjil. Dia membunuh Linda yang diakuinya sebagai istri siri, lalu melipat jasad Linda agar muat dalam kotak dan mengikatnya menggunakan tali rafia.


Kemudian mayat dibungkus dalam plastik hitam besar yang dilapisi lembaran karung beran, lalu dimasukkan ke dalam kotak. Kotak ini kemudian dititipkan di sebuah musala di Desa Pemakuan Laut Sungai Tabuk.


"Logika saja. Sudah membunuh, memasukkan (jasad korban) dalam boks kontainer, lalu membawanya pakai motor dan meletakkannya di Langgar. Nyali pelaku luar biasa," nilai Rachmat.


Karena itu, dia sudah memerintahkan kepada anggotanya untuk menggali penyebab pelaku sampai tega menghabisi nyawa korban. "Motifnya masih kami gali," tambahnya.


Sebelumnya, warga Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk heboh, Minggu (10/6). Mereka mendapati mayat di Musala Al Musyarafah di dalam sebuah kotak plastik. Mayat itu dititipkan oleh orang tidak dikenal.


M Said, salah seorang saksi mata mengatakan, dia sempat melihat kedatangan seorang pria dengan sepeda motor Yamaha Jupiter butut yang membawa kotak itu di belakang jok motor. Saat itu, Said bersama beberapa rekannya bersantai di teras musala setelah tadarusan berjamaah.


Yang lebih dramatis lagi, Said dan jamaah sendiri bahkan membantu pengendara tersebut menurunkan kotak itu dari motornya. Pelaku meminta izin meletakkan boks tersebut di musala sebentar karena hendak kembali ke rumah mengambil telepon genggam.


Setelah dibuka usai salat Subuh ternyata isinya mayat dengan kondisi mengerikan, diikat dan dilipat. Belakangan pelaku diketahui bernama Riyad, yang tak lain adalah suami korban. Pelaku sudah diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore