
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengelilingi Pulau D Reklamasi, Kamis (7/6).
JawaPos.com - Usai penyegelan Pulau Reklamasi B dan D, pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta fokus pada pengembalian fungsi ekologi dan ekosistem perairan.
Menurut Peneliti dan Pakar Kelautan dari Forum Alumni Independen Institut Pertanian Bogor (FAN-IPB), Muhammad Karim, upaya tersebut diharapkan bisa mengembalikan tatanan bio infrastruktur di areal laut sekitar.
"Ini penting karena sepanjang proses reklamasi, tentu sangat berpengaruh terhadap ekosistem perairan di sana," kata Karim kepada JawaPos.com, Minggu (11/6).
Karim selanjutnya juga meminta Pemprov DKI menyusun kembali zonasi tata ruang pesisir kawasan Teluk Jakarta.
"Termasuk memperjelas status lahan pulau reklamasi ketika nanti direvitalisasi. Sebab ada bangunan-bangunan yang sudah jadi," tambahnya.
Hal senada diutarakan rekan sejawat Karim di FAN-IPB, Thomas Nugroho. Thomas mengungkapkan bahwa penyelesaian soal reklamasi Pantai Utara Jakarta haruslah holistik dan bukan parsial.
"Persoalan reklamasi di Jakarta jangan digeser hanya menjadi persoalan politik sekadar memenuhi janji politik," jelas pria yang juga dosen di IPB itu.
Thomas menegaskan, penyegelan bangunan di Pulau B dan D bukan solusi atas problem reklamasi. Yang ditunggu publik adalah soal kejelasan status pulau-pulau reklamasi yang sudah terlanjur dibangun.
"Agar fungsi ekologi terjaga, pulau-pulau reklamasi harus menjadi kawasan konservasi dan ekowisata. Bukan sebagai kawasan komersial untuk permukiman dan perdagangan," jelasnya.
Untuk mengakomodasi kepentingan nelayan, pulau-pulau reklamasi dan lingkungan pesisir sekitarnya bisa dikembangkan menjd kawasan recreational fisheries berbasis penangkapan (recreational fishing) dan budi daya hutan mangrove (silvo fisheries).
"Tidak mudah memang karena perlu merekonstruksi aspek regulasinya. Antara Pemprov DKI dan pemerintah harus memiliki spirit yang sama," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
