
Kotak yang berisi mayat di dalam Musala Al Musyarafah, Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kotak itu dititipkan oleh orang tidak dikenal, Minggu (10/6) dini hari.
JawaPos.com - Pelaku pembunuhan Linda Wati, yang mayatnya dikemas dalam sebuah kontainer plastik dan dititipkan di Musala Al Musyarafah tak lain adalah suami korban, Riyad. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan berhasil menangkap Riyad di sebuah rumah sewaan remang nan tersembunyi di kawasan Sultan Adam, Banjarmasin, Minggu (10/6) malam.
Lantas, apa yang menyebabkan Riyad tega membunuh istrinya?
Kepada petugas, Riyad mengatakan awalnya dia sedang berbaring bersama istrinya di malam tragedi itu terjadi. Riyad yang bekerja sebagai pembantu dan pekerja serabutan ini tiba-tiba merasakan badannya pegal. Dia meminta Linda untuk memijitnya.
Namun demikian, Linda menolak. Mereka kemudian bertengkar. Karena sudah gelap mata, Riyad mengambil tali rafia dan kemudian tiba-tiba menjerat leher istrinya dari belakang.
Tanpa memedulikan istrinya yang megap-megap, dia terus mengencangkan tarikannya hingga akhirnya Linda tewas. "Saya melihat dia seperti hantu," ucap Riyad dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Senin (11/6).
Dia sendiri kemudian berusaha untuk menghilangkan jejak pembunuhannya. Awalnya, dia bermaksud menenggelamkan jasad istrinya.
Tetapi pengaruh obat membuatnya mengambil langkah praktis yang ganjil. Hingga berita ini diturunkan penyidik dari Polda Kalsel masih berusaha terus mencari tahu kebenarannya.
Pelaku Dikenal Baik
Sementara itu, pemilik rumah tempat Riyad tinggal Zen mengatakan, pemuda 35 tahun itu dikenal baik, meski kerap mengonsumsi obat-obatan. Riyad sering membantunya dan menjadi sopir istrinya. Zen kasihan karena Riyad adalah seorang yatim piatu.
Mengenai Linda Wati, Zen mengatakan setidaknya wanita itu telah bersama dengan Riyad sejak empat tahun terakhir. Meski memang baru setahun mereka tinggal di rumah Zen di kawasan Sultan Adam.
Di lingkungan dekat rumah itu, Riyad juga dikenal baik. Dia bahkan kerap memasak di masjid seberang gangnya untuk orang yang berpuasa. Meski memang, beberapa orang yang mengenalnya mengetahui bahwa dia mengalami ketergantungan dengan obat, khususnya obat 'Jin'.
Saudara dari Linda Wati sendiri mengatakan tak tahu bahwa adik mereka punya suami. “Dia setahu kami tidak memiliki pacar. Tapi, dulu pernah sih punya kekasih,” ucap Bahmudah, kakak Linda Wati.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
