Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Juni 2018 | 12.30 WIB

Pelaku yang Titipkan Mayat di Musala adalah Suami Korban

Kotak yang berisi mayat di dalam Musala Al Musyarafah, Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kotak itu dititipkan oleh orang tidak dikenal, Minggu (10/6) dini hari. - Image

Kotak yang berisi mayat di dalam Musala Al Musyarafah, Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Kotak itu dititipkan oleh orang tidak dikenal, Minggu (10/6) dini hari.

JawaPos.com - Warga Desa Pemakuan Laut di Sungai Tabuk dibuat heboh dengan penemuan mayat di dalam sebuah kontainer plastik. Kotak plastik tersebut dititipkan oleh orang tak dikenal di Musala Al Musyarafah, Minggu (10/6).


Oleh pelaku, kotak tersebut diakui berisikan pakaian yang akan dijual. Pelaku menitipkan boks tersebut di musala dengan alasan akan kembali ke rumah mengambil telepon genggam yang ketinggalan.


Lama tak kembali, jamaah mulai penasaran isi kontainer plastik tersebut. Begitu dibuka, sontak jamaah kaget, ternyata kotak plastik itu berisikan mayat seorang perempuan hanya mengenakan celana panjang.


"Kami langsung lapor polisi, mayat dibawa ke RS Ulin menggunakan mobil BPK Sekeluarga," kata Pambakal Pemakuan Laut Safwan dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Grup), Senin (11/6).


Petugas kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin mengatakan, jasad korban berambut sebahu itu tiba pukul 09.00 pagi. Dia menepis kabar bahwa mayat tersebut terpotong-potong agar bisa dimuat dalam kotak.


"Bukan korban mutilasi, semua organ tubuhnya masih utuh, tapi ada lebam saja di pergelangan sebelah kiri," jelas petugas kamar RSUD Ulin itu.


Beberapa jam setelah tiba di RSUD Ulin, beberapa orang datang untuk melakukan identifikasi. Setelah diperlihatkan jenazah, akhirnya teridentifikasi identitas wanita misterius itu.


Perempuan tersebut bernama Linda Wati, warga Anjir Serapat KM 14 Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas. Dia sehari-hari bekerja di perusahaan plywood di PT Tanjung Selatan, di Desa Beringin Kecamatan Alalak, Barito Kuala.


"Iya ini betul itu adik aku, teganya kenapa adik aku dibunuh. Kenapa jadi dia bisa ke Desa Pemakuan itu," ucap Baimunah, 44, kakak korban yang datang bersama putrinya.


Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan bekerja keras mengungkap kasus menyentak nalar ini. Pelaku sendiri akhirnya ditangkap di sebuah rumah sewaan remang nan tersembunyi di kawasan Sultan Adam, Banjarmasin tadi malam.


Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Ajun Komisaris Besar Polisi Sofyan Hidayat. Yang mengejutkan, pelaku ternyata adalah suami korban. Seorang pemuda berbadan kekar bernama Riyad, berusia 35 tahun.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore