
Akses tol fungsional Malang-Pandaan mulai dioperasionalkan. Kehadiran tol itu memangkas waktu tempuh hingga 45 menit.
JawaPos.com - Tol fungsional Malang Pandaan, sudah dioperasikan sejak Jumat (8/6). Dalam satu jam, ruas jalan tol yang baru dioperasikan, itu dilewati lebih dari 100 kendaraan.
Hal itu dikarenakan, melalui tol tersebut perjalanan Malang-Surabaya lebih menjadi lebih singkat. Hal itu diungkapkan salah seorang pengguna jalan tol tersebut, Angga, 32. Ia mengaku, memanfaatkan jalan tol tersebut karena bisa memangkas waktu.
Angga merupakan pemudik dari Surabaya yang bertujuan ke Malang mengaku,
dari pintu tol Sumberwuni, Lawang, menuju Karanglo, dia hanya membutuhkan waktu 15 menit saja.
Padahal biasanya, jika musim mudik seperti sekarang, dari Lawang menuju Karanglo membutuhkan waktu lebih dari satu jam. "Lebih cepat dan hemat waktu. Nggak macet," katanya, kepada JawaPos.com, di exit Karanglo, Minggu (10/6).
Pendapat senada disampaikan oleh Muji, 45. Pemudik asal Surabaya ini juga mencoba tol fungsional Malang-Pandaan. Dari Lawang, yang biasanya dia tempuh sekitar 1 jam jika dalam kondisi macet jelang lebaran, kali ini hanya ditempuh 15 menit saja.
"Ramai itu di dekat Pasar Lawang, Singosari, kemudian di Bedali. Tapi pakai tol jadi lebih cepat," tegasnya.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, jalur jalan nasional dari arah Malang menuju Surabaya, atau sebaliknya memang terpantau padat. Terutama menjelang siang hari hingga jelang berbuka puasa.
Titik macet hampir bisa dikatakan di sepanjang jalur. Terdapat penumpukan kendaraan. Jarak tempuh dari persimpangan Karanglo menuju Lawang, memakan waktu lebih dari satu jam. Normalnya, sebelum musim mudik, hanya 20 menit.
Tol ini memiliki jalur yang bisa dioperasikan sepanjang 12 kilometer. Sementara itu, ada lima persimpangan yang bersinggungan dengan jalan kampung. Kelimanya berada di Sumberwuni, Pasar Hewan, Bedali, STA 27 dan 28 serta exit Karanglo.
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, persimpangan tersebut cukup berbahaya. Pasalnya, pengguna tol tidak tahu jika jalan ini bersimpangan dengan jalan kampung. Sehingga, mereka cenderung untuk memacu dengan kecepatan tinggi.
"Sudah ada petugas yang membawa bendera untuk mengarahkan pengemudi. Mereka ditempatkan di persimpangan. Selain itu juga diback up personel polisi untuk mengatur lalu lintas," tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
