Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Juni 2018 | 18.46 WIB

99 Kg Sabu Gagal Masuk Aceh, Polisi Buru Pemilik Modal

Ilustrasi: Polisi menggagalkan penyelundupan 99 kilogram sabu dari Malaysia - Image

Ilustrasi: Polisi menggagalkan penyelundupan 99 kilogram sabu dari Malaysia

JawaPos.com - Sebanyak 99 klogram sabu dan 20 ribu butir happyfive gagal diselundupkan ke Aceh. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Bea Cukai berhasil menyita barang haram yang berasal dari dari Hongkong dan Myanmar tersebut.


"Ini jaringan internasional Penang Malaysia-Batam-Aceh," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto, Minggu (10/6).


Pengungkapan bermula ketika tim satgas NIC mengendus pergerakan adanya sabu yang akan diselundupkan ke Batam pada 30 Mei lalu. Tiga orang tersangka diamankan dengan barang bukti 8 kg di Tanjung Pinang, Batam.


Di lokasi kedua, pada 3 Juni, sindikat dari Penang Malaysia ini diamankan di perairan Rayeek Aceh Timur dengan barang bukti 11 kg sabu. Ada tiga orang tersangka yang diamankan. Para pelaku sempat membuang barang bukti tersebut ke laut namun berhasil diselamatkan oleh petugas.


Dari hasil pengembangan, pada 4 Juni, petugas kembali mengamankan satu tersangka dengan barang bukti 30 kg sabu dan 20.000 pil Happy Five di Aceh Timur.


Kemudian di lokasi terkahir pada Jumat kemarin, 8 Juni tim kembali mengamankan barang bukti 50 kg di perairan Aceh Timur. Dua orang tersangka diamankan. "Ini akan terus kita kembangkan. Masih dalam pendalaman," tambah Eko.


Dia menerangkan, barang-barang haram tersebut berasal dari Hongkong dan Myanmar. "Pasokan terbesar sabu dari Myanmar. Packagingnya dari Hongkong dan Myanmar," imbuhnya.


Sindikat ini pun ternyata sudah beroperasi selama satu tahun. "Selama setahun sudah berulang kali menyelundupkan dan baru kali ini terungkap," imbuhnya.


Kata Eko, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap donatur, yang diduga ada di Medan dan Aceh. "Pengendali ada di Lapas Tanjung Pinang, Batam. Tidak menutup kemungkinan beberapa hari lagi kita akan tangkap pemilik modal atau bandar," tegasnya.


Sementara itu, narkoba jenis sabu tersebut kabarnya akan dipasarkan ke Medan, Jambi, Palembang, dan terutama Jakarta karena pengguna paling banyak di Pulau Jawa. Untuk itu, Eko sudah memerintahkan kepada anak buahnya melakukan patroli di setiap perbatasan.


"Saya perintahkan dir untuk Medan, Lampung, Palembang, Malang lakukan razia termasuk mobil-mobil dan truk," pungkasnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore