
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menilai keberadaan BPIP perlu dievaluasi.
JawaPos.com - Setelah mengemban amanah selama setahun lamanya, Kepala Pelaksana Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif secara tiba-tiba menyatakan mengundurkan diri. Menganggapi mundurnya Yudi Latif, Wakil Ketua DPR Fadli Zon memberikan apresiasi.
Menurutnya, mundurnya Yudi Latif merupakan suatu bentuk tindakan Pancasilais. "Saudara Yudi Latif ini bagus, fair itu tindakan yang Pancasilais menurut saya mengundurkan diri dari BPIP," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (8/6).
Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini pun merasa keberadaan BPIP memang perlu dievaluasi. Sebab, menurut Fadli, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak perlu membuat badan baru apalagi yang berkaitan dengan Pancasila.
"Jadi, BPIP pun dievaluasi. Pancasila ini (kan) sudah menjadi dasar, pandangan kita," katanya.
Lebih lanjut dia menambahkan, MPR juga rutin memberikan sosialisasi mengenai empat Pilar Kebangsaan, yakni Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila dan UUD 1945. Sehinga Fadli menegaskan, sebenarnya lembaga ad hoc BPIP belum terlalu dibutuhkan perannya.
"Karena DPR yang mewakili rakyat kan melakukan sosialisasi. Jadi, keberadaan BPIP perlu dievaluasi," pungkasnya.
Sebelumnya, pengunduran diri Yudi Latif diketahui warganet karena yang bersangkutan menuliskan salam perpisahan di akun Facebook-nya. Perubahan UKP-PIP menjadi BPIP, kata Yudi, membawa perubahan besar pada struktur, organisasi, peran, dan fungsi lembaga.
Pun demikian dengan relasi antara Dewan Pengarah dan Pelaksana. Yudi memandang, semua itu memerlukan tipe kecakapan, kepribadian, serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.
"Saya merasa perlu ada pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan," katanya.
"Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan," lanjut Yudi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
