
Terdakwa kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP, Fredrich Yunadi, dalam persidangan, Kamis (19/4).
JawaPos.com - Terdakwa merintangi penyidikan korupsi e-KTP dokter Bimanesh Sutarjo mengaku menyesal telah membuat tulisan di ruang VIP 323 tempat Setya Novanto mendapat perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Penyesalan tersebut Bimanesh sampaikan saat menjalani agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (7/6).
"Saya menyesal membuat tulisan di pintu kamar VIP dengan tulisan 'Pasien perlu istirahat karena penyakitnya, mohon tidak dibesuk'"ujar Bimanesh menyesali perbuatannya.
Menurutnya, tulisan yang dibuatnya itu disalahgunakan oleh Fredrich Yunadi yang saat itu masih sebagai pengacara Novanto. Fredrich melarang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk masuk ke dalam ruangan Novanto dirawat.
"Saya hanya ingin pasien itu beristirahat. Tetapi, setelah disalahgunakan Fredrich saya menyesal. Kenapa ini disalahgunakan, jadi saya yang ditimpa kesalahan itu. Saya mengakui ini kesalahan saya," tuturnya.
Dalam perkara ini, jaksa KPK mendakwa Bimanesh menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang menyeret Novanto. Bimanesh disebut bekerja sama dengan Fredrich Yunadi.
Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat untuk memanipulasi hasil rekam medis Setya Novanto yang saat itu sedang diburu oleh KPK dan Polri. Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
