Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 21.36 WIB

Diisukan Punya Hubungan Intim Sama Ahok, Grace: Nggak Beradab!

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie. - Image

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie.

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie akan mempolisikan sebuah akun Twitter bernama @Hulk_idn ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, akun tersebut menyebarkan berita hoax dirinya menjalin hubungan asmara dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).


Bahkan kata Grace, posting-an akun tersebut mengarah ke pelecehan seksual. "Dikatakan saya punya hubungan khusus dengan Pak Ahok. Dalam hal ini hubungan asmara sampai dengan suami istri dan dia klaim punya video itu. Jadi ini sesuatu yang ngawur banget, ngarangnya luar biasa," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (7/6).


Akun tersebut katanya memposting berita hoax tentang dirinya sejak beberapa hari lalu. Namun dilakukan secara terus-menerus. Karena merasa tidak nyaman dan dapat membunuh karakternya wanita yang memimpin PSI, akhirnya Grace memutuskan untuk melaporkannya ke Polda Metro Jaya.


"Mau dilaporkan karena itu dilakukan terus-menerus dan ternyata lumayan viral. Nggak cuma narasi dan juga foto-foto, dia mengklaim ada video juga. Itu semua kebohongan," tegasnya.


Unggahan tersebut, sesalnya, sudah mulai membentuk opini di publik. Bahwa apa yang dinarasikan seolah-olah benar. Kerja akun tersebut juga terbilang sistematis. Bahkan lebih dari satu orang. "Karena ini ada timnya, kerjanya rapi. satu melemparkan kemudian disamber dengan yang lain kemudian di-attach ke Twitter, mereka saling sambut-menyambut. Jadi keliatan banget ini terorganisasi," sebut Grace.


Dia pun menduga ada motif politik di balik ini semua. Mengingat sekarang sudah memasuki tahun politik. "Iya (ada motif politik) karena posting-an ini semua temanya politik," tegasnya.


Untuk itu menurutnya hal seperti ini tidak bisa dibiarkan. Sebab dia menilai ini cara-cara yang buruk dalam berpolitik. Terlebih terhadap partisipasi perempuan.


"Nggak boleh dengan cara-cara seperti ini. Nggak beradab apalagi di saat kita ingin tingkatkan partisipasi perempuan di politik. Gimana perempuan mau banyak, baru mau maju aja sudah diginiin," kesalnya.


Jika dibiarkan, publik akhirnya jadi tidak netral menentukan pilihan. "Akhirnya bukan melihat program, kompetensi, tapi melihat beginian. Akhirnya kualitas demokrasi kita jadi jelek, jadi turun," pungkas Grace.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore