Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 02.38 WIB

Penjaga Pelabuhan Makassar Dilipatgandakan

Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono saat memberikan keterangan terkait kesiapan pengamanan arus mudik di lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (6/6). - Image

Kapolda Sulsel Irjen Umar Septono saat memberikan keterangan terkait kesiapan pengamanan arus mudik di lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (6/6).

JawaPos.com - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memperketat penjagaan pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Personel yang berjaga dilipatgandakan jelang arus mudik Lebaran 2018.


Pelabuhan menjadi salah satu fokus utama penjagaan. Pasalnya, jalur laut merupakan sarana yang paling marak digunakan masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik jelang Hari Raya Idul Fitri.


"Di pelabuhan, (penjagaan) kami perketat. Pengamanan kami tingkatkan saja. Di sana, kami ada posko terpadunya. Mulai dari pengamanan, informasi, kesehatan dan lain sebagainya," jelas Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono di Makassar, Rabu (6/6).


Peningkatan pengamanan di pelabuhan berdasarkan berbagai pertimbangan. Termasuk langkah antisipasi untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran mudik.


"Kami perkirakan volumenya tinggi. Jadi personel yang berjaga kami tingkatkan. Bahkan sebelum ini, kami sudah siagakan posnya untuk di sana," terang Umar.


Sebanyak 124 pos pengamanan tersebar di berbagai titik. Khusus di Makassar, pos dibangun di lokasi-lokasi strategis untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa mengganggu aktifitas masyarakat.


"Kami sudah mulai antipasi semua. Mulai dari tingkat kemacetan, kecelakaan lalu lintas, bencana alam dan masalah terorisme dalam puncak mudik nanti. Jajaran sudah diperintahkan untuk memperketat pengawasan di semua pos-pos itu," ucap Umar.


Potensi kerawanan dalam puncak arus mudik antara lain permasalahan kelancaran dan keselamatan berlalu lintas. Kemudian potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya. Seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal dan hipnotis.


Terakhir adalah ancaman tindak pidana terorisme. "Kami padukan semuanya dengan laporan-laporan intelejen di lapangan. Semua pihak termasuk. Persoalan-persoalan ini memang menjadi konsetrasi kami di momentum ini," ujar Umar.


Umar melanjutkan, total ada 4.891 personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2018. Mereka disebar untuk menjaga pos-pos mulai hari ini hingg 20 Juni mendatang.


"Jadi sejak saat ini, pengamanan-pengamannya sudah kami mulai running. Mereka kami siagakan di posisinya untuk menjaga kelancaran aktifitas arus mudik. Jadi kalau ada apa-apa, bisa langsung cepat tanggap," pungkas perwira dengan dua bintang dipundaknya itu.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore