
Ketua KPK, Agus Rahardjo memastikan bakal menelusuri lebih lanjut soal aliran duit yang diterima Bupati Purbalinnga, Tasdi. Tasdi diduga tak hanya menerima fee dari proyek Islamic Center saja.
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran duit yang diterima Bupati Purbalingga, Tasdi. KPK menduga Tasdi tak hanya menerima commitment fee dari proyek Islamic Center saja.
KPK bakal menelisik fee yang diterima oleh Tasdi dengan beberapa proyek besar lainnya. Tak menutup kemungkinan, uang yang diterima juga lebih besar.
"Kami sudah pantau (Tasdi) sejak bulan April. Saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan kali penerimaan yang pertama. Bahkan, adanya kode 'bapak mau hari raya' juga turut akan ditelusuri," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (5/6) malam.
Agus melanjutkan, tim lembaga antirasuah juga berada di Purbalingga sejak malam untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan untuk menelusuri bukti-bukti lain terkait aliran dana dari proyek-proyek besar yang lain.
"Mudah-mudahan dari situ juga menemukan fakta dan data, terkait dengan beberapa kasus yang mungkin terkait dengan proyek besar lain," jelasnya.
Kemudian, kata Agus, terungkapnya kode atau desakan 'bapak mau hari raya' dari pihak yang membawa uang untuk Bupati. Namun, masih akan terus ditelusuri makna dan fungsi kode tersebut.
"Memang yang membawa uang tadi desakannya 'bapak mau hari raya'. Tapi itu kan nggak tahu apakah itu desakan untuk supaya segera menyerahkan, nanti perlu kita selidiki lebih lanjut," tutupnya.
KPK sebelumnya resmi menetapkan Bupati Purbalingga, Jateng, Tasdi sebagai tersangka. Tasdi diduga menerima duit suap senilai total Rp 500 juta dari pemenang proyek pembangunan Purbalingga Islamic Center tahap dua. Nilai proyeknya sekitar Rp 22 miliar. Sementara fee yang diterima Tasdi baru sekitar Rp 100 juta.
Selain Tasdi, penyidik KPK juga menetapkan beberapa pihak lain sebagai tersangka antara lain, Kabag ULP Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto, dan tiga orang dari pihak swasta yakni Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata Nababan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
