
Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, putri pertama Presiden kedua RI Soeharto, di kediaman Jalan Cendana, Senin (4/6).
JawaPos.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengunggah video tentang buruknya pemerintahan yang dipimpin oleh Soeharto. Dalam video itu PSI menyindir rezim Orde Baru penuh dengan praktik korupsi.
Menanggapi video yang beredar, putri pertama Presiden kedua RI, Siti Hardijanti Rukmana mengaku tidak mempersoalkan. Wanita yang akrab disapa Mbak Tutut ini bahkan mengatakan tidak peduli.
"Partai mau bilang saja terserah mereka," ujar Tutut di kediaman Pak Harto, Jalan Cendana, Jakarta, Senin (4/6) malam.
Bahkan mantan Menteri Sosial itu menegaskan, tidak akan membalas perbuatan PSI terhadap ayah dan keluarganya. Dia ikhlas dijelek-jelekkan oleh partai yang dimotori oleh Grace Natalie tersebut.
"Terserah saja pada partai masing-masing, dan insya Allah kami tidak akan menjelekkan partai lain," tegasnya.
Tutut yakin, sekarang ini masyarakat sudah mulai cerdas dan bisa memilah mana yang salah atau benar. Oleh karena itu, dalam hal ini dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
"Bapak selalu ingatkan Tuhan tidak tidur. Serahkan semuanya kepada Allah. Toh masyarakat sudah pantai, dan kami tidak bisa berkomentar apa-apa," pungkasnya.
Sekadar informasi, video yang diunggah oleh PSI bertujuan untuk mengenang 20 Tahun Reformasi, yang jatuh bulan Mei. Video itu bercerita tentang berbagai praktik kotor di masa Orde Baru, seperti pelanggaran HAM, Daerah Operasi Militer, penindasan umat Islam, penculikan aktivis, korupi, kolusi dan nepotisme (KKN), pemberangusan pers dan kebebasan berekspresi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
