Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Juni 2018 | 18.40 WIB

Pemkot Malang Lantik 25 PNS

SUMPAH JABATAN: 25 ASN melakukan sumpah jabatan di ruang sidang Balai Kota Malang, Senin (4/6) pagi. - Image

SUMPAH JABATAN: 25 ASN melakukan sumpah jabatan di ruang sidang Balai Kota Malang, Senin (4/6) pagi.

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pengambilan sumpah jabatan 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Peresmian status tersebut masih berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sekalipun saat ini Kota Malang tengah dalam masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mendapatkan mandat untuk memimpin acara ini. Dia menggantikan Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi yang tengah dinas luar. "Ada ketentuan hukumnya bahwa PPK (pejabat Pembina Kepegawaian) dalam hal ini wali kota melantik atau menunjuk pejabat untuk mewakili mengambil sumpah ini," ujar Wasto usai pelantikan, Senin (4/6).


Percepatan pengambilan sumpah diharapkan agar status para pegawai yang sebelumnya para calon PNS (CPNS) menjadi lebih jelas. Mengenai kegiatan pelantikan yang digelar pada masa pilkada, Wasto menegaskan bahwa hal tersebut tidak bermasalah. Sebab aturan yang melarang pelantikan selama enam bulan sebelum dan sesudah pemilu hanya berlaku di ranah pejabat struktural.


Sedangkan PNS yang dilantik hari ini merupakan pegawai fungsional. "Kalau masa tenggang itu yang tidak boleh adalah mutasi atau mengangkat jabatan. Tapi mereka ini adalah CPNS yang harus segera distatuskan. Namanya bukan pelantikan tapi pengambilan sumpah," tegasnya.


Dari 25 PNS, 22 orang di antaranya dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Kemudian tiga lainnya dari Dinas Pertanian. Wasto pun menyampaikan pesan-pesan khusus bagi para PNS baru itu. Terutama agar memaksimalkan pelayanan bagi tenaga fungsional yang sehari-hari berhadapan langsung dengan masyarakat.


Wasto juga menekankan pentingnya bekerja dengan ketulusan. "Sentuhan tangan dan hubungan pelayan yang dilayani kalau didasarkan rasa tulus ikhlas, akan beda dengan yang asal selesai," tegasnya.


Sementara untuk para pegawai penyuluh pertanian, Wasto menguraikan bahwa peran mereka sangat signifikan. "Negara kuat kalau stok pangan terpenuhi. Bahkan ada tim pengendali inflasi agar harga telur, beras, bawang merah, bawang putih terpantau setiap hari. Kalau penyuluh benar turun ke petani, dan produksi pertanian meningkat, maka harga bahan pokok bisa ditekan, inflasi juga ditekan," paparnya.


Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Anita Sukmawati menambahkan, pengangkatan CPNS menjadi PNS bukan melalui seleksi Pemkot Malang. "Mereka pengangkatan dari kementerian masing-masing. Ada 22 bidan dan tiga tenaga penyuluh pertanian," ujarnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore