
SUMPAH JABATAN: 25 ASN melakukan sumpah jabatan di ruang sidang Balai Kota Malang, Senin (4/6) pagi.
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melakukan pengambilan sumpah jabatan 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Peresmian status tersebut masih berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sekalipun saat ini Kota Malang tengah dalam masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mendapatkan mandat untuk memimpin acara ini. Dia menggantikan Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi yang tengah dinas luar. "Ada ketentuan hukumnya bahwa PPK (pejabat Pembina Kepegawaian) dalam hal ini wali kota melantik atau menunjuk pejabat untuk mewakili mengambil sumpah ini," ujar Wasto usai pelantikan, Senin (4/6).
Percepatan pengambilan sumpah diharapkan agar status para pegawai yang sebelumnya para calon PNS (CPNS) menjadi lebih jelas. Mengenai kegiatan pelantikan yang digelar pada masa pilkada, Wasto menegaskan bahwa hal tersebut tidak bermasalah. Sebab aturan yang melarang pelantikan selama enam bulan sebelum dan sesudah pemilu hanya berlaku di ranah pejabat struktural.
Sedangkan PNS yang dilantik hari ini merupakan pegawai fungsional. "Kalau masa tenggang itu yang tidak boleh adalah mutasi atau mengangkat jabatan. Tapi mereka ini adalah CPNS yang harus segera distatuskan. Namanya bukan pelantikan tapi pengambilan sumpah," tegasnya.
Dari 25 PNS, 22 orang di antaranya dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Kemudian tiga lainnya dari Dinas Pertanian. Wasto pun menyampaikan pesan-pesan khusus bagi para PNS baru itu. Terutama agar memaksimalkan pelayanan bagi tenaga fungsional yang sehari-hari berhadapan langsung dengan masyarakat.
Wasto juga menekankan pentingnya bekerja dengan ketulusan. "Sentuhan tangan dan hubungan pelayan yang dilayani kalau didasarkan rasa tulus ikhlas, akan beda dengan yang asal selesai," tegasnya.
Sementara untuk para pegawai penyuluh pertanian, Wasto menguraikan bahwa peran mereka sangat signifikan. "Negara kuat kalau stok pangan terpenuhi. Bahkan ada tim pengendali inflasi agar harga telur, beras, bawang merah, bawang putih terpantau setiap hari. Kalau penyuluh benar turun ke petani, dan produksi pertanian meningkat, maka harga bahan pokok bisa ditekan, inflasi juga ditekan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Anita Sukmawati menambahkan, pengangkatan CPNS menjadi PNS bukan melalui seleksi Pemkot Malang. "Mereka pengangkatan dari kementerian masing-masing. Ada 22 bidan dan tiga tenaga penyuluh pertanian," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
