
Dewi Permata bersama Suaminya, Andre, CEO Kiciks, label hijab syar
JawaPos.com - Sukses memang tak memandang usia. Diusianya masih sangat belia, Dewi Permata, 25 tahun, masih berjuang menyelesaikan kuliahnya di Fakultas FIKOM Universitas Padjajaran jurusan Public Relation. Namun, di balik status milenial yang disandangnya, Dewi Permata kini justru sukses menjadi miliader bersama suaminya yang juga milenial.
Bayangkan saja, Dewi bersama sang suami, Andre, yang merupakan lulusan sarjana pertambangan berusia 27 tahun, membesarkan usaha modest wear bernama Kiciks. Kiciks artinya kecil, berasal dari bahasa Padang. Sebab mereka berdua adalah pasutri muda asal Minangkabau dan biasa dipanggil Uda dan Uni.
"Usaha ini saya rintis sendiri mulai dari nol. Berawal saat masih 2014 saya mulai berjualan dengan sistem sederhana Pre-Order. Desain sendiri, packaging sendiri, sampai foto pakai kamera teman. Koleksinya ditaruh di dinding kos lalu saya pasarkan di media sosial," katanya baru-baru ini saat bincang santai dengan wartawan.
Desain Kiciks memang fokus pada gaya syar'i. Yakni dengan mengutamakan desain hijab khimar dan syar'i agar menutupi bagian dada. Dewi menjelaskan dirinya ingin menunjukkan kepada muslimah bahwa tampil syar' i tak harus kaku tetapi bisa menjadi modern. Maka dari itu, dia menampilkan warna pastel.
Kini Kiciks makin berkembang. Dari semula omzetnya hanya Rp 1-2 juta sebulan, kini melayani puluhan ribu produksi hijab dan bergo saja, omzet mereka sudah 1 miliar setiap bulan. Bahkan Kiciks sudah memiliki 80 karyawan dan 300 distributor. Mereka juga memberdayakan masyarakat sekitar dan para Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menggarap usaha mereka.
"Awalnya saya enggak punya modal, tapi kini sudah endorse artis yakni Dini Aminarti.
Harga koleksi yang ditawarkan mulai dari Rp 45 ribu hingga Rp 5 juta untuk satu set busana muslim syar'i. Bahan yang paling banyak ditawarkan adalah ceruti. Harapannya, Kiciks akan tampil di peragaan busana nasional hingga internasional, setelah Dewi selesai S1 dan akan melanjutkan sekolah fashion.
"Saya bakat dari otodidak. Tinggal membangun kepercayaan diri saya saja untuk bisa tampil di perhelatan besar. Sementara brand Kiciks sendiri juga terus semakin besar dan dikenal masyarakat," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
