
Pohon plastik sudah mulai dicopot Pemprov DKI.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mencabut kembali tanaman hias bermaterial plastik yang ditempatkan di sepanjang Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Penyebabnya, Sudin Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Pusat disebut tidak berkoordinasi saat meletakkan pohon warna-warni tersebut.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, hal itu menunjukkan buruknya koordinasi antar instansi atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan dinas terkait. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno sendiri mengaku tidak mengetahui inisiatif tersebut.
Dia menyebutkan, beberapa kesalahan terjadi terkait pohon-pohon plastik itu. Di antaranya, konsep tanaman dan lampu hias yang dinilai kurang kreatif dan tidak estetis. Padahal, luas trotoar yang kurang memadai justru semakin sempit sehingga menyulitkan pejalan kaki.
“Bentuk lampu hias yang menyerupai pohon imitasi sangat tidak kreatif, sementara pohon besar yang sudah bagus di Sudirman-Thamrin malah ditebangi,” ujar Nirwono saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (1/6).
Menurutnya, Pemprov DKI tidak perlu sama sekali menaruh lampu hias, apalagi daam bentuk seperti pohon-pohonan meski agar terkesan hijau atau ramah lingkungan.
“Banyak hal yang bisa dilakukan membuat ornamen lampu hias yang cantik seperti membelilitkan lampu hias pada batang-batang pohon-pohon besar eksisting yang ada di jalur hijau jalan dan trotoar. Makanya pohon-pohon besar jangan ditebangi,” tutur dia.
Selain itu, lampu hias juga bisa dipasang pada jembatan-jembatan penyeberangan orang (JPO), sistem pencahayaan pada halte-halte Transjakarta juga bisa dihiasi lampu yang cantik. “Papan-papan reklame baik yang LCD maupun bilboard konvensional juga bs ditata pencahayaannya menjadi lampu hias yang menarik,” lanjutnya.
Dengan begitu, trotoar dinilai sempit itu dapat dikembalikan serta diutamakan untuk sirkulasi pejalan kaki dengan nyaman dan lancar. Bahkan, tidak hanya lampu hias saja, namun juga fasilitas lain yang mengganggu dan membahayakan pejalan kaki juga harus ditertibkan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
