Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 12.11 WIB

Terungkap, Motif Penculikan Puji yang Berujung Kematian Karena Asmara

Istri korban histeris bersama dengan Sulastri, saat berada di kamar mayat RSSA Malang. - Image

Istri korban histeris bersama dengan Sulastri, saat berada di kamar mayat RSSA Malang.

JawaPos.com - Polisi berhasil mengamankan dua pelaku penculikan yang berakibat pada kematian Puji Astrianto, 30. Keduanya merupakan warga sipil berinisial F dan C.


Berdasarkan informasi yang didapatkan polisi dari saksi dan pelaku, dugaan sementara, motif penculikan yang berakhir pada kematian Puji adalah perkara asmara.


Warga Jalan Bunga Srigading Kota Malang itu diduga menjadi selingkuhan istri Rn alias NS. NS diketahui merupakan oknum anggota Divisi 2 Kostrad, berasal dari tamtama.


"Motif sekilas hubungan asmara dengan salah satu pelaku," kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, di Mapolres Malang, Rabu (30/5).


Dugaan Ujung ini, diperkuat dengan keterangan dari Sulastri, ibu korban. Sulastri menuturkan, anaknya ini sering diancam oleh Rn. Bahkan, sebulan lalu sebelum kejadian, Rn mendatangi Puji dan melabraknya.


"Katanya menggoda dan selingkuh dengan Y (istri Rn). Tapi saya nggak percaya, saya tahu anak saya seperti apa," katanya sembari menambahkan Puji memiliki dua anak yang masih kecil.


Bahkan Sabtu (26/5), hari ketika Puji menghilang, anaknya ini sempat telepon kepada Sulastri. Kepada Sulastri dia meminta agar dikawal pulang oleh seorang rekan. Pasalnya, dia ketakutan setelah diancam kembali oleh Rn.


Ketika sedang bercakap di telepon, tiba-tiba saja sambungan terputus. Sulastri pun kesulitan menghubungi Puji.


Dia sudah curiga bahwa Rn membuntuti anaknya dalam perjalanan pulang dari toko ritel modern di Pakisaji ke rumahnya, di Jalan Bunga Srigading. Sebagai ibu, instingnya mengatakan bahwa anaknya dalam bahaya.


Dia lantas mencoba mencari Puji. Di perempatan Jalan Sigura-gura, dia mendapati mobil milik Rn mengalami kecelakaan. Perasannya berkata bahwa anaknya ada di dalam sana.


"Ketika saya cari, kok nggak ada. Saya nyari kemana-mana, tapi tidak ketemu," katanya sendu.


Sementara itu, istri korban, Alfa Quroida, menangis histeris bahkan harus dibopong, ketika berada di kamar mayat, Selasa (29/5). Dia tidak percaya bahwa suaminya telah tiada.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore