Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 04.22 WIB

Hasil Otopsi, Puji Mati Lemas dan Tidak Ditemukan Luka

EVAKUASI: Proses pembongkaran kuburan yang digunakan untuk menimbun jenazah Puji. - Image

EVAKUASI: Proses pembongkaran kuburan yang digunakan untuk menimbun jenazah Puji.

JawaPos.com – Teka-teki penyebab kematian Puji Astrianto, 30, warga Lowokwaru, Kota Malang yang ditemukan tewas terkubur di Jabung, Kabupaten Malang akhirnya terungkap. Dari hasil otopsi diketahui penyebab kematian bapak dua anak tersebut lantaran mati lemas.


Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, saat otopsi, tidak ditemukan tanda kekerasan. Dia memastikan, tubuhnya bersih dari luka. "Bersih, tidak ada luka di tubuhnya. Juga tidak ditemukan memar," ujarnya saat ditemui di Mapolres Malang, Rabu (30/5). 


Ujung menambahkan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian korban sampai mati lemas. Saat ini, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk keluarga korban. 


Sejauh ini, sudah ada dua pelaku yang diamankan. Keduanya berasal dari kalangan sipil. Dia menambahkan, masih ada satu pelaku lagi yang belum tertangkap.  


"Masih dikejar tim di lapangan. Lemas kenapa? masih dikembangkan. Penyidik dan dokter forensik masih berkoordinasi untuk mengungkap kematian korban," kata dia lagi. 


Sementara itu, informasi yang didapatkan JawaPos.com, berdasarkan keterangan salah satu pelaku, RN alias NS, korban meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan. Kecelakaan terjadi di perempatan Sigura-gura, Kota Malang, Sabtu (26/5) malam. 


Saat itu, korban yang diculik oleh empat pelaku yang berasal dari sipil dan oknum anggota TNI AD, meronta saat mobil tengah melaju. Korban dalam kondisi terikat tangan dan mulutnya. 


Karena korban meronta, RN tak dapat menguasai laju mini bus miliknya. Akibatnya, banting setir dan menabrak dua pengguna motor matic. Keduanya menderita patah tulang dan gegar otak. 


Sementara itu, masih berdasarkan informasi yang didapatkan JawaPos.com, RN mengaku jika tubuh korban terlempar dari kaca depan mobilnya. Kemudian kepala Puji terbentur tembok. Akibatnya, tidak sadarkan diri. Hingga kemudian meninggal dunia karena sudah tidak bergerak lagi. 


Mengenai keterangan ini, Ujung menjelaskan, pihaknya konsentrasi menangani pelaku dari sipil. Berdasarkan keterangan kedua pelaku, korban memang terlibat kecelakaan. "Makanya itu, kami lakukan penyelidikan lebih dalam. Kami tidak mempercayai begitu saja keterangan awal," katanya.


Penyebab kematian korban yang mati lemas ini nantinya akan semakin terungkap ketika polisi menggabungkan dengan keterangan saksi serta pelaku. Kemudian ditambah dengan hasil otopsi. 
"Masih kami periksa secara maraton," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore