
Suasana kepanikan penumpang Lion Air JT 687 rute Bandara Internasional Supadio, Pontianak yang akan menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
JawaPos.com - Guyonan soal bom di dalam pesawat yang dilakukan oleh Franstinus Nirigi berbuah status tersangka. Pemuda asal Jayapura itu terancam hukuman kurungan penjara selama delapan tahun.
Diketahui, Franstinus sempat berteriak ada bom saat dirinya ada di dalam pesawat Lion Air JT 687 rute Bandara Internasional Supadio, Pontianak menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Status tersangka mahasiswa yang bisa disapa Frans itu diputuskan setelah penyidik Polresta Pontianak Kota melakukan gelar perkara dengan pihak-pihak terkait.
"Hasilnya adalah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan karena ditakutkan melarikan diri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Mohamad Iqbal di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (30/5).
Selanjutnya, perkara Franstinus dilimpahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena yang bersangkutan melanggar UU Penerbangan. "Ancaman hukuman lebih dari delapan tahun," tegas Iqbal.
Sejauh ini, penyidik masih mendalami motif Franstinus yang berteriak bom di dalam kabin pesawat itu. "Saat ini sedang berproses," tambah anak buah Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu.
Karena itu, Iqbal mengimbau kepada masyarakat untuk berhenti bercanda mengenai bom. Apalagi sifatnya untuk menakuti-nakuti.
Sebab, bisa saja hal ini malah membuat seseorang celaka. "Bisa aja ada korban jiwa. Jadi imbauan (kami) jangan sekali-kali menyampaikan berita bohong apalagi terkait bom, apalagi di atas pesawat. Itu hal emergency," serunya.
Iqbal juga mengingatkan bahwa Kepolisian bakal menindak tegas sekalipun itu hanya sebuah candaan. "Kita Kepolisian tegas melakukan proses hukum. Karena ini bisa menjadi deterrence effect yang positif bagi semua calon yang berbohong dan bercanda," pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah video tentang kepanikan penumpang pesawat Lion Air viral beberapa hari lalu. Dalam video tersebut, terlihat penumpang ada di sayap dekat dari pintu jendela darurat pesawat.
Dalam video amatir berdurasi 39 detik itu, tampak penumpang lainnya berhamburan, hendak mencoba lari dari pesawat tersebut. Saking paniknya, bahkan ada penumpang yang terjatuh saat coba turun dari sayap pesawat.
Belakangan diketahui, itu dipicu dari perkataan seorang mahasiswa bernama Franstinus. Dia menyebut ada bom di dalam pesawat. Ternyata setelah dicek ke seluruh bagian pesawat, tidak satu pun bom ditemukan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
