Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 01.50 WIB

Rusia Diminta Bertanggung Jawab atas Jatuhnya Pesawat MH17

Rusia diminta bertanggung jawab atas jatuhnya MH17 - Image

Rusia diminta bertanggung jawab atas jatuhnya MH17

JawaPos.com - Rusia diminta bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 dalam perjalanannya menuju Kuala Lumpur dari Amsterdam. Sebanyak 298 orang diketahui berada dalam penerbangan tersebut.


Namun mereka semua tewas ketika rudal menghantam pesawat yang saat itu terbang melintasi wilayah yang dikuasai pemberontak pro-Rusia, di timur Ukraina pada Juli 2014 lalu. Kini, muncul kembali seruan supaya Rusia bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan ratusan orang tersebut.


Akan tetapi, Rusia menolak seruan PBB untuk bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat MH17. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, ditemukan bukti bahwa rudal tentara Rusia digunakan untuk menyerang pesawat nahas tersebut. Menanggapi hal itu, diadakan pertemuan Dewan Keamanan PBB.


Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok meminta Moskow untuk menerima hasil temuan yang menunjukkan bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia yang disediakan oleh brigade yang bermarkas di Kursk, Rusia.


"Bahasa ultimatum bukanlah sesuatu yang bisa diucapkan siapa saja ketika berbicara kepada Rusia," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia pada pertemuan Dewan Keamanan PBB tersebut. Ia menambahkan, Rusia tidak dapat menerima kesimpulan tak berdasar dari JIT, Tim Investigasi Gabungan yang dipimpin Belanda, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (30/5).


Menanggapi Nebenzia, Menlu Belanda Stef Blok mengatakan, tidak ada argumen yang baru darinya. Ia tetap mendesak Rusia untuk bekerja sama dengan Belanda dan Australia untuk mengidentifikasi para pelaku dibalik serangan rudal tersebut.


Dubes Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley menyampaikan dukungannya kepada Belanda dan Australia untuk mendesak Rusia mengakui perannya dalam tragedi mengerikan yang mengorbankan ratusan nyawa. Rusia harus mempertanggungjawabkan penembakan tersebut.


"Meskipun ada penolakan keras, tidak ada keraguan bahwa Rusia yang mendorong konflik Ukraina," tambah Haley.


Menlu Ukraina Pavlo Klimkin mengatakan, penolakan Rusia terhadap temuan-temuan tersebut tidak mengejutkannya sama sekali. Terhitung sebanyak lebih dari 10 ribu orang tewas sejak pemberontakan yang didukung Moskow pecah pada April 2014 setelah dipicu aneksasi Rusia terhadap Crimea dari Ukraina.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore