
Ilustrasi. Liverpool menghadapi juara bertahan, Real Madrid, pada laga puncak di Kiev, Ukraina, 26 Mei.
JawaPos.com - Seorang remaja berusia 19 tahun ditemukan tak bernyawa setelah menghilang usai berpamitan nonton pertandingan sepak bola. Adalah Ari Susanto pemuda nahas yang tak kunjung pulang sejak akhir pekan lalu itu.
Sabtu (26/5) malam lalu, Ari meminta izin pada ibunya, Sri Hartini, 47, untuk nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola. Bersama teman-temannya, Ari beniat nobar laga final Liga Champion antara Real Madrid melawan Liverpool.
"Dia pamit ngomong baik-baik, mau pergi nobar (nonton bareng) bersama teman-temannya. Dia menggunakan sepeda motor, seorang diri menuju lokasi nobar," kata Sri dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Grup), Selasa (29/5).
Awalnya Sri menghubungi satu jam sebelum pergantian hari. Dia hanya disambut nada sambung suara telepon. Saat itu Sri tak terlalu curiga meski anaknya tak merespons panggilannya.
Selanjutnya, memasuki waktu sahur, sekitar pukul 02.00, Sri kembali menghubungi. Namun, lagi-lagi anaknya tak merespons.
"Saya coba lagi telepon sekitar pukul 08.00 WIB. Handphonenya masih saja aktif, tapi tidak dijawabnya. Kemudian, saya hubungi lagi sekitar pukul 11.00 WIB, nomornya dalam keadaan tidak aktif," tuturnya.
Sri semakin galau karena tak ada kabar sama sekali dari anaknya. Hal itu di luar kebiasaan anaknya. Naluri keibuan Sri, mendorongnya untuk terus bergerak mencari tahu keberadaan Ari.
Dia menanyakan keberadaan Ari ke semua teman anaknya di sekitar kompleks tempat tinggalnya, Jalan Jenderal Sudirman Km 12. Namun, semua teman Ari mengaku tak tahu keberadaan pemuda tersebut.
Sosok Ari seolah hilang ditelan bumi. Sri akhirnya hanya bisa pasrah, menunggu anaknya pulang. Dia juga menanti anaknya memberi kabar.
Senin (28/5) pagi, Sri mendapat titik terang keberadaan anaknya. Namun, kabar itu sekaligus membuat hatinya semakin kacau. Dia diminta ke RSUD dr Murjani Sampit, tepatnya di ruang jenazah.
Di ruang jenazah, tangis Sri langsung meledak. Hati Sri remuk melihat buah hatinya membujur kaku. Dia tak menyangka anaknya yang hilang hampir dua hari, ternyata sudah meninggal dunia.
"Anak saya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Saya tidak menyangka atas apa yang terjadi," katanya dengan mata yang merah saat dibincangi Radar Sampit di ruang jenazah.
Kecelakaan
Misteri hilangnya Ari terjawab Senin (28/5) pagi. Mayatnya ditemukan Eman Sutarno (32) di Jalan Pramuka, belakang Citimal Sampit. "Saya tahunya dari anak-anak. Katanya ada motor tercebur. Tapi, ternyata ada mayatnya juga," kata Eman.
Awalnya Eman hanya terlihat sepeda motor berwarna biru yang mengapung di permukaan sungai. Namun, setelah dia lihat secara seksama, terlihat sepasang kaki pria.
Sementara tubuhnya terbenam di rerumputan berjarak sekitar 1 meter dari motor. "Setelah dilihat betul-betul, eh ada sepasang kaki. Lalu kami telepon polisi," kata Eman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
