Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 03.00 WIB

Nilai UN SMP Jeblok, Kemendikbud Tak Akan Hilangkan soal Tipe HOTS

Totok Suprayitno mengatakan, meski disebut-sebut jadi biang jebloknya nilai, Kemendikbud tidak akan menghapus soal HOTS. - Image

Totok Suprayitno mengatakan, meski disebut-sebut jadi biang jebloknya nilai, Kemendikbud tidak akan menghapus soal HOTS.

JawaPos.com - Penurunan hasil ujian nasional tingkat Sekolah Menengah Pertama dan sederajat (UN SMP/Sederajat) 2018 menjadi evaluasi banyak pihak. Ditengarai, penurunan nilai UN SMP disebabkan soal yang membutuhkan penalaran tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).


Diketahui, soal dengan tipe HOTS memang baru pertama kali diujikan oleh para peserta UNBK di tahun ini. Soal yang melatih kualitas nalar dan logika berpikir ini pun kerap dikeluhkan para siswa. Kemendikbud mengklaim, masuknya soal HOTS merupakan upaya untuk menaikan standar pendidikan Indonesia.


Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Totok Suprayitno mengatakan, meski disebut-sebut jadi biang jebloknya nilai, Kemendikbud tidak akan menghapus soal HOTS. Totok berharap agar para siswa membiasakan diri dengan soal tipe HOTS.


"Karena HOTS ini untuk membiasakan anak bernalar. Kalau anak sekarang belajar tidak menguasai HOTS dan sekolah enggak mengembangkan daya nalar itu salah arah," kata Totok di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (28/5).


Menurutnya, saat ini banyak siswa yang kesulitan memahami soal dengan kalimat yang membutuhkan interpretasi. "Memahami kalimat sulit, memaknai kalimat sulit, menggunakan informasi sulit, hidup kan enggak menggunakan rumus tiap hari," katanya.


"Tapi menggunakan informasi, mencernanya, menggunakannya untuk memecahkan persoalan bermodalkan konsep-konsep ilmu yang dimiliki HOTS," lanjutnya.


Atas dasar itu, Totok pun menyarankan kepada sekolah untuk terus melatih para siswanya dalam kemampuan bernalar. Sehingga, ke depannya dirinya optimistis soal seperti ini akan jauh lebih mudah dikerjakan.


"Mungkin belum terlatih. makanya harus dilatih sekolah itu bernalar jangan menghafal saja harus daya nalar," tuturnya.


Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad mengatakan, Kemendikbud akan berkoordinasi dengan para guru untuk mengadakan pelatihan penerapan HOTS.


"Guru-gurunya kami lakukan pelatihan-pelatihan juga untuk pembelajaran HOTS. Sekarang pelatihan kurikulum yang di lapangan itu sudah ada modul pembelajaran dan penilaian HOTS," ucap Hamid.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore