
KAMPUNG PIALA DUNIA: Sejumlah siswa SD Kandangsapi 140 tengah berlomba di Kampung Piala Dunia, Senin (28/5).
JawaPos.com - Euforia gelaran Piala Dunia sudah dirasakan di Kota Solo. Di mana ada sebuah tempat bernama Kampung Piala Dunia. Lokasinya di Dukuhan Nayu, Kadipiro, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Seperti namanya, kampung tersebut dihiasi dengan berbagai pernak-pernik khas Piala Dunia. Mulai dari bendera negara yang ikut Piala Dunia hingga berbagai aksesori lainnya. Keunikan ini yang kemudian menarik minat warga untuk datang ke daerah yang berlokasi di Solo Utara tersebut.
Senin (28/5) pagi, ratusan siswa dari SD Kandangsapi 140 mendatangi Kampung Piala Dunia. Siswa kelas 4-6 itu kompak mengenakan seragam olahraga. Mereka terlihat riang saat menyaksikan setiap keunikan yang diinisasi Mayor Haristanto tersebut.
Tidak sekadar berkunjung dan melihat keunikannya, para siswa juga mengikuti sejumlah kegiatan. Ada beberapa perlombaan yang dihadirkan untuk memeriahkan suasana. Seperti lomba balap karung tandem, tarik bambu dan lomba gelinding tong.
Keriangan jelas terlihat dari wajah para siswa. Gelak tawa pun pecah saat mereka saling beradu ketangkasan. Meski begitu, mereka tampak serius saat mengikuti berbagai perlombaan.
Salah satunya Felica, 11. Bocah kelas lima SD Kandangsapi itu tampak begitu menikmati setiap kegiatan yang dihadirkan panitia. "Cukup seru. Tadi ada lomba karung, gelinding tong dan tarik. Cukup bagus kegiatan dan kampungnya," ungkap Felica kepada JawaPos.com usai mengikuti lomba.
Hal yang sama diungkapkan Nafa. Menurutnya, Kampung Piala Dunia cukup menarik. Dia pun sangat senang bisa datang ke kampung Piala Dunia. "Cukup bagus dan menarik. Banyak bendera negara juga, baguslah," ucapnya.
Sementara itu, pencetus ide Kampung Piala Dunia Mayor Haristanto mengatakan, kampung ini tidak hanya untuk menarik minat warga saja. Tetapi juga ada sejumlah kegiatan yang bisa diadakan. Dengan adanya kampung ini, banyak warga yang tertarik untuk datang.
"Mereka datang dan berswafoto di sini. Jadi memang banyak yang datang. Tidak hanya warga sekitar saja. Tetapi warga dari luar kampung juga banyak yang datang," ungkap Haristanto.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
