Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Mei 2018 | 06.30 WIB

Ganjar Siap Bantu Pemasaran Karya dan Produk Berkualitas Buatan Rakyat

Gubernur nonaktif Jateng Ganjar Pranowo menyambangi Galeri Jimboeng di Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Minggu (27/5). - Image

Gubernur nonaktif Jateng Ganjar Pranowo menyambangi Galeri Jimboeng di Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Minggu (27/5).

JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah nonaktif Ganjar Pranowo mengaku siap membantu pemasaran karya dan produk berkualitas buatan masyarakat. Satu diantara yang ia sebutkan adalah mesin penyiang padi bikinan warga Baki, Sukoharjo.


Mesin buatan Supardi itu dipamerkan kala Ganjar menyambangi Galeri Jimboeng di Desa Bentakan, Kecamatan Baki, Minggu (27/5). Kunjungan menjelang waktu berbuka puasa itu dikemas dalam bentuk dialog bersama ratusan warga setempat.


Pada kesempatan itu, Ganjar bilang, mesin milik Supardi sudah terbukti kualitasnya lantaran telah masuk katalog alat pertanian. Namun pemasaran yang lebih intensif, menurutnya diperlukan agar mampu bersaing dengan mesin serupa produksi daerah lain. 


"Ini (mesin penyiang) keren. Karya sendiri. Memang harus begitu, kalau punya karya ya dimaksimalkan sendiri. Jangan apa-apa njagakne (mengandalkan) bantuan," kata pria yang juga calon petahana Pilgub Jateng 2018 itu. 


Sementara menurut penuturan Supardi, satu unit mesin buatannya dibandrol Rp 28 juta. Suku cadang yang dipakai asal Tiongkok.  "Kalau yang Kubota itu Rp 38 juta. Yang membedakan hanya kualitas. Ana rega, ana rupa (ada harga ada rupa), istilahnya," katanya. 


Supardi menambahkan, saat ini petani membutuhkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus meringankan kerja. Tak bisa hanya mengedepankan alat tradisional yang justru membuat kerja tak efektif.


Lebih lanjut, ia berujar pembuatan dan pemasaran mesin sudah bekerja dengan Dinas Pertanian Provinsi setempat. Biasanya, kata Supardi, dari dinas membeli satu unit mesin tiap minggu. "Kalau yang beli petani biasanya mereka bayar di muka dulu 40 persen. Sisanya kalau mesin sudah jadi," ujarnya.


Berbagai persoalan juga dibahas dalam dialog itu. Dimana para petani menanyakan program kartu tani yang masih belum bisa diaplikasikan secara sempurna. Ganjar menjelaskan bahwa program baru pasti butuh penyesuaian dalam pelaksanaannya. 


Menurut pengakuan Ganjar, saat ini penggunaan kartu tani telah dipermudah. Diantaranya, petani yang belum kebagian kartu tetap bisa membeli pupuk dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Petani juga tak perlu menabung dahulu, pembelian pupuk bisa dengan uang tunai. "Kalau ada kesulitan telepon saya langsung, saya bereskan saat itu juga," tegasnya.


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore