Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Mei 2018 | 20.40 WIB

Pjs Wali Kota: Makanan Bukan Kebutuhan Utama Warga Kota Bandung

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, usai peringatan Hari Tanpa Tembakau se Dunia di Taman Film, Bandung, Minggu (27/5). - Image

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, usai peringatan Hari Tanpa Tembakau se Dunia di Taman Film, Bandung, Minggu (27/5).

JawaPos.com - Pejabat sementara (Pjs) Kota Bandung, Muhammad Solihin mengungkapkan, kebutuhan utama masyarakat Bandung bukanlah makanan. Bagi masyarakat Bandung, makanan merupakan kebutuhan yang berada di nomor urut ketiga.


Hal itu diungkapkan Muhammad dalam peringatan hari tanpa tembakau sedunia yang digelar Pemerintah Kota Bandung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, di taman Film, Bandung, Minggu (27/5).


"Kebutuhannya yang pertama pulsa, karena seuer anu selfi tea di mana-mana (banyak yang hobi berswafoto di mana-mana). Kedua rokok dan makanan itu nomor tiga," jelas Solihin.


Dalam hal ini, perokok Kota Bandung cukup banyak. Sehingga Pemkot dan Dinkes Bandung bersinergi untuk menciptakan Bandung tanpa rokok dan bahayanya. Namun, untuk merealisasikan langkah itu harus melalui beberapa proses yang cukup panjang juga ketegasan. Sehingga saat ini, pihaknya gencar mensosialisasikan 'katakan tidak untuk rokok'.


Dengan adanya informasi masyarakat Bandung lebih mengutamakan rokok dibanding makan dan minum, hal ini menurut Solihin sangat memprihatinkan. Maka, harus benar-benar dihilangkan baik dari segi pola pikir masyarakat juga tindakkannya.


"Ini kondisi yang sangat memprihatikan karena solah-olah gini, orang lebih baik tidak makan minum daripada tidak merokok. Dan ini kondisi yang harus kita hilangkan," ujarnya.


Setelah adanya jadwal Selasa tanpa rokok, Pemkot Bandung pun mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 315 Tahun 2017 tentang kawasan tanpa rokok di Kota Bandung. Diharapkan dengan Perwal tersebut, akan ada suatu perubahan pola pikir masyarakat terhadap rokok. Perwal Kota Bandung sudah diterapkan, begitupun dengan pelaksanakaannya.


"Nah ini harus menggema ke seluruh warga kota. Tidak hanya di instansi pemerintah. Saya pun berharap, pemerintah Bandung bisa melaksanakan anti rokok ini setiap hari. Bukan hanya di kantor tapi juga di lingkungannya," jelasnya.


Gerakan ini terus disosialisasikan, karena rokok tidak sama sekali memiliki zat yang bermanfaat. Semua zat yang terkandung dalam rokok akan menimbulkan penyakit. Tak hanya perokok aktif, perokok pasif pun akan terserang dari asap yang dihirupnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore