
Menteri Keuangan Sri Mulyani
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Sabtu (26/5). Pada kesempatan tersebut, Ani begitu ia akrab disapa, memberikan pemaparan mengenai peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mewujudkan tujuan pembangunan.
Selain itu, Ani juga menjelaskan mengenai kondisi keuangan negara termasuk utang yang sudah mencapai hampir Rp 4.000 triliun.
Ani menjelaskan, bahwa APBN menjadi instrumen penting dalam mengelola Negara Indonesia. Salah satu tujuannya adalah untuk pembangunan ekonomi. Dan sampai saat ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia termasuk cukup tinggi.
"Ada pengalaman, Indonesia pernah tumbuh di atas 6 persen. Dan Pak Jokowi menjanjikan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen, jadi memang mempunyai standar yang sangat tinggi," ungkapnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Pertumbuhan ekonomi, kata Ani, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Baik faktor dari dalam negeri maupun luar negeri. Dan jika dibandingkan dengan negara lain di dunia, dengan G20 Indonesia adalah nomor tiga tertinggi.
Selama ini memang negara maju lebih kaya, akan tetapi pertumbuhan ekonominya tidak tinggi sekali. Bahkan di Jepang hampir 0 persen, beberapa negara yang pernah mengalami krisis 2008-2009 pernah minus.
"Pertumbuhan ekonomi juga memengaruhi sosial juga keamanan, Dan inilah tantangan kita, pertumbuhan tinggi tapi lingkungan cepat berubah," katanya.
Menkeu juga mengatakan, jika selama ini APBN yang ada mencapai Rp 2.220 triliun. Tetapi penerimaannya hanya Rp 1.894 triliun, sehingga masih defisit sebanyak Rp 325 triliun. "Dan ini di media sosial dibaca dengan utang, utang, utang. Jangan mudah makan fitnah, keji kalau dimakan jelek," ungkapnya.
Ani menambahkan, bahwa saat ini kondisi utang Indonesia masih dalam batas aman. Dan untuk utang sudah diatur di dalam Undang-undang. Bahwa setiap utang diatur sebesar 3 persen dari total PBB yang mencapai Rp 14 triliun.
Dan untuk batas uang total mencapai 60 persen dari Rp 14 triliun atau total mencapai Rp 8.400 triliun. "Kalau sekarang utang kita sudah Rp 4.000 triliun Indonesia akan bangkrut, dan kita kan tidak mungkin untuk mementokkan jumlah utang," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
