Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Mei 2018 | 12.10 WIB

Kata Gatot Nurmantyo Saat Umat Islam Dituduh Teroris

Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) bersama mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo usai melakukan pertemuan tertutup di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta (8/5). - Image

Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) bersama mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo usai melakukan pertemuan tertutup di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta (8/5).

JawaPos.com - Serangan teroris beberapa waktu lalu terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Jawa Timur dan Riau.‎ Bahkan belakangan juga banyak terjadi pengrebekkan para terduga teroris.


Menyusul rangkaian aksi tersebut, ada oknum yang dengan sengaja menuduh pelaku teror identik dengan Islam. Lantas bagaimana respons mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo atas tuduhan tersebut?


Menurut Gatot, pihak yang menuduh pelaku teror adalah bagian dari umat Islam itu adalah pihak yang sengaja mengadu domba. Bahkan dia menduga, yang melempar tuduhan itu bukanlah beragama Islam.


"Kalau orang Islam enggak mungkin menuduh," ujar Gatot saat ditemui di rumah dinas Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (25/5).


Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini mengatakan, oknum yang dengan sengaja menuduh Islam bagian dari teroris adalah salah. Menurutnya, orang tersebut hanya ingin mendiskreditkan Islam dan memiliki agenda tertentu.


"Jadi, yang nuduh itu kan punya agenda sendiri, yang ada adalah untuk mendiskreditkan Islam," tegasnya.


Gatot menambahkan, tindakan yang selama ini dilakukan para pelaku teror memang salah. Mereka juga tidak berhak mengatasnamakan Islam.


Pasalnya, dalam Alquran sendiri tidak diajarkan untuk melakukan kekerasan dan melukai mahluk hidup. "‎Di dalam Alquran coba cari, enggak ada itu bom bunuh diri," ungkapnya.


Dia pun berpesan, agar masyarakat Indonesia tidak kalah dengan para pelaku teror. Sebab Indonesia dibangun dengan perjuangan para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.


Sehingga, masyarakat tidak boleh kalah dengan pelaku teror yang mengatasnamakan Islam. "Kemerdekaan yang direbut demikian susahnya dengan air mata, darah dan nyawa. Kemudian akan dirusak. Itu bohong besar," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore