Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Mei 2018 | 06.43 WIB

Songsong Indonesia Emas 2045, KAMMI Gagas Gerakan Jayanesia

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) saat menggelar aksi di Ibu Kota. - Image

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) saat menggelar aksi di Ibu Kota.

JawaPos.com - Wacana Indonesia emas 2045 direspon positif oleh Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI). Gerakan nasional Jayakan Indonesia (Jayanesia) digagas sebagai jalan untuk mencapai tujuan itu. 


Ketua Umum PP KAMMI Irfan Ahmad Fauzi menyatakan, Indonesia Emas 2045 merupakan cita cita 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Dimana harapannya Indonesia menjadi negara besar di tahun tersebut.


"Untuk menuju kesana diperlukan kerja keras dan mimpi kolektif anak muda Indonesia. Di sinilah KAMMI akan berperan aktif untuk mewujudkan cita-cita itu," ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (24/5).


Menurut Irfan, KAMMI selaku organisasi mahasiswa tentu akan berusaha menjawab tantangan itu. Karena itu, organisasinya siap mencetak SDM unggul agar dapat berperan aktif di luar maupun di dalam kampus.


Irfan menyebut gerakan ini akan diawali dengan melakukan roadshow di berbagai kota di Indonesia. Tujuannya adalah mengajak mahasiswa dan pemuda bergabung di gerakan ini.


“Mereka yang bergabung akan diberikan fasilitas pengembangan dan peningkatan kapasitas diri sesuai dengan minat dan bakat. Bentuknya bisa soft skill maupun hard skill,” jelasnya.


Lebih lanjut, Irfan juga berharap KAMMI dapat turut serta mempersiapkan SDM unggul melalui gerakan ini. "Setelah ditempa, mereka siap dilepas dan bertugas menjayakan Indonesia di tahun 2045," paparnya.


Apalagi, kata dia, menuju tahun 2045 Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Dimana penduduk usia produktif akan lebih banyak dibandingkan penduduk usia tua. Ini merupakan tantangan tersendiri.


"Jika disikapi dengan tepat, Indonesia akan menjadi negara maju. Namun jika sebaliknya, Indonesia bisa menjadi negara gagal," imbuhnya.


Irfan juga menyoroti soal kualitas SDM bangsa ini yang masih tertinggal jika dibandingkan negara ASEAN lainnya. Terbukti Indonesia menempati peringkat 65 dari 130 negara terkait Global Human Capital versi World Economic Forum (WEF) tahun 2017. Posisi Indonesia masih kalah dengan Singapura (11), Malaysia (33), Thailand (40), dan Filipina (50).


“Begitu juga dengan Human Development Index (HDI) 2016 dari UNDP, Indonesia yang berada di peringkat 113 dari 188 negara. Ini masih dibawah peringkat negara Asean lainnya yang berada dibawah 100,” pungkasnya.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore