Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 22.40 WIB

Kritikan Pedas Fadli Zon, Ngabalin Masuk Lingkaran Istana

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan Presiden RI Joko Widodo untuk tidak menjadikan istana sebagai tempat penampungan tim sukses Pilpres 2019. - Image

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan Presiden RI Joko Widodo untuk tidak menjadikan istana sebagai tempat penampungan tim sukses Pilpres 2019.

JawaPos.com - Lagi-lagi kader Partai Golkar mendapat tempat di pemerintahan. Setelah Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Idrus Marham, kini politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, ia tidak mempermasalahkan masuknya Ngabalin di lingkaran pemerintah. Asalkan Presiden Jokowi tidak menjadikan istana tempat penampungan tim sukses di Pilpres 2019.


"‎Jadi, (istana) jangan menjadi mesin tim sukses ke depan, dan jangan jadi tempat penampungan tim sukses," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (24/5).


Oleh sebab itu, Fadli meminta Presiden Jokowi memperhatikan dengan benar lingkungan istananya. Jangan sampai semuanya diisi hanya untuk kepentingan Pilpres 2019.


"Ke depan itu menurut saya tugas Presiden untuk mengawasi," katanya.


Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, Kantor Staf Presiden saat ini sudah dijadikan tempat untuk menampung relawan. Sehingga lembaga yang dikepalai oleh Moeldoko tersebut perlu dibubarkan.


Selain pemborosan anggaran, KSP juga dinilainya tumpang tindih dengan Sekretariat Kabinet.


Fadli mengatakan, dalam Perpres 26/2015, KSP ditugaskan untuk memberikan dukungan kepada presiden dan wakil presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis.


Namun sebenarnya tugas tersebut sudah diakomodasi oleh Sekretariat Kabinet yaitu, melakukan perumusan, analisis, penyiapan pendapat, pandangan, pengawasan kebijakan, program pemerintah.


"Jadi ada penyelewengan bukan untuk konsolidasi presiden. Tapi capres, dan menampung relawan," pungkasnya.


Sekadar informasi, politikus Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama di KSP. Kepala Staf Presiden, Moeldoko mengatakan, Ngabalin diangkat karena dia merupakan politikus senior yang punya banyak pengalaman dan jaringan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore