Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 06.17 WIB

Operasi Pasar, Petugas Gabungan Bojonegoro Teliti Makanan Berbahaya

Petugas gabungan Kabupaten Bojonegoro, Jatim saat melaksanakan operasi makanan di pasar tradisional Bojonegoro Kota, Rabu (23/5). - Image

Petugas gabungan Kabupaten Bojonegoro, Jatim saat melaksanakan operasi makanan di pasar tradisional Bojonegoro Kota, Rabu (23/5).

JawaPos.com - Petugas gabungan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) melaksanakan operasi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional. Hal itu untuk mengatisipasi beredarnya makanan tak layak konsumsi yang kerap terjadi di pasar-pasar tradisional.


Petugas gabungan terdiri dari Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan Kepolisian Resort Bojonegoro.


Sidak kali ini, petugas gabungan menyisir pasar tradisional Kota Bojonegoro. Dari operasi tersebut, petugas mengamankan beberapa sempel makanan diduga tak layak konsumsi untuk diteliti.


Sempel yang berupa krupuk, cincau, dawet, ayam, ikan dan beberapa jajanan lainnya itu, diamankan lantaran disinyalir mengandung bahan pengawet dan pewarna pakaian. Khususnya makanan untuk berbuka puasa. Sebab, makanan tersebut dilihat kasat mata mengandung pewarna yang sedikit mencolok.


"Kita mengamankan beberapa makanan untuk selanjutnya diteliti tentang kandungan zatnya, apakah membahayan untuk konsumen atau tidak," kata Plt Kepala Dinas Perdagangan, Agus Hariyana, Rabu (23/5).


Jika benar-benar ada pedagang yang menjual jajanan mengandung zat yang membahayakan akan ditindak petugas. Seperti penyitaan seluruh makanan dan para pedagang akan diberi peringatan agar tidak menjualnya kembali.


Sementara itu, Kapala Bidang Pengawasan Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Hernowo menambahkan, operasi pasar ini dilakukan sebagai wujud perlindungan masyarakat yang sebagai konsumen, agar mereka nyaman dan aman. Serta, masyarakat tidak boleh takut lantaran pemerintah berada di tengah-tengah masyarakat.


"Selain pasar tradisional, kita juga akan menyasar pasar modern seperti supermarket untuk memastikan makanan tersebut aman dan diolah secara higienis sesuai standar kesehatan atau tidak," terangnya.


Pengawasan kesehatan makanan terutama jenis jajanan sebenarnya sudah dilakukan oleh instansi-instansi gabungan sebelumnya. Namun, pada kali ini lebih digencarkan dan diperketat karena semakin banyak ketika bulan ramadan dan menjelang puasa.


"Jangan sampai ada makanan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna kain dan lainnya yang mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya," tutupnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore