Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 03.06 WIB

Penjelasan Rentetan Tragedi Bom Versi Eks Mentor Jihadis

Eks Mentor Jihadis Ustadz Ghazali - Image

Eks Mentor Jihadis Ustadz Ghazali

JawaPos.com - Rentetan tragedi bom terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Polisi pun masih terus melakukan penyelidikan pascakejadian yang memakan sejumlah korban tak bersalah itu.


Eks Mentor Jihadis Khairul Ghazali punya analisis terkait rentetan tragedi itu. Khairul yang kini menjadi pembina pusat Deradikalisasi eks-kombatan di Pesanatren Al Hidayah itu mengatakan, secara umum peristiwa yang terjadi, terkoneksi ke Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and Syria.


Ia menjelaskan, ketika ISIS terus di bombardir di Syria, mereka melakukan ekspansi dan membangun sel-sel baru di negara lain. Teranyar, ISIS kalah dalam pertempuran di Marawi, Filipina.


Kemunculannya di Indonesia baru-baru ini menurut Ghazali, adalah unjuk gigi bahwa mereka masih ada. Sel-sel baru ini terus berkembang karena masifnya perkembangan ideologi radikal di Indonesia.


"Indonesia jadi target utama. Kemudian, ideologi radikal berkembang pesat di sini. Seperti cendawan di musim penghujan. Era reformasi sekarang ini, juga menjadi ruang baru kemunculan sel-sel jihad seperti JAD (Jaringan Ansharut Daulah), kemudian serpihan kelompok NII (Negara Islam Indonesia) yang enggak punya nama itu muncul," kata eks-kombatan perampokan bersenjata Bank CIMB Niaga dalam wawancara khusus dengan JawaPos.com, di pesantren binaannya di Dusun IV Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (23/5).


Dia juga menjelaskan, pecahnya kerusuhan Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu adalah pemicu rentetan bom di beberapa daerah. Dimana para Napi Teroris (Napiter) berani membuat kerusuhan di dalam maekas Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror.


"Mereka nekat melakukan itu, bahkan dengan senjata yang sedeerhana sekalipun. Jadi mereka ini terkoneksi dengan ISIS, tapi saat melakukan aksinya mereka tidak terkoneksi karena ada fatwa untuk melakukan jihad di manapun,"paparnya.


Lebih jauh lagi, Ghazali berpendapat, sosok Aman Abdurrahman juga dinilai punya pengaruh dalam rentetan bom itu. Karena bagi pengikutnya, Aman Abdurrahman adalah sosok yang perkataannya dijadikan fatwa.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore