
Di India, sekitar 40 orang telah dikarantina karena semakin banyaknya jumlah korban tewas akibat virus Nipah tersebut
JawaPos.com - Seorang perawat berusia 28 tahun asal India meninggal dunia akibat menderita virus Nipah yang mematikan di negara bagian selatan India, Kerala pada Senin, (21/5). Wabah virus berbahaya ini menewaskan setidaknya 10 orang termasuk Lini Puthussery dan sembilan lainnya.
Sebelum Lini, sebanyak sembilan orang lainnya di Kozhikode meninggal dunia akibat wabah virus mematikan tersebut. Sementara itu, dua orang lainnya yang telah menjalani tes kesehatan juga dinyatakan positif terkena wabah virus tersebut dan dalam keadaan kritis.
Di India, sekitar 40 orang telah dikarantina karena semakin banyaknya jumlah korban tewas akibat virus Nipah tersebut. Otoritas kesehatan di seluruh Kerala menjadi lebih waspada dengan mendirikan tenda-tenda medis dan ruang kontrol untuk menghadapi situasi tersebut.
Lini merupakan seorang perawat dan memiliki dua putera. Ia sempat menuliskan surat terakhir untuk suaminya saat masa kritisnya bertahan melawan penyakit.
"Kurasa aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi, maaf. Tolong besarkan anak-anak kita dengan baik," begitu isi surat yang ditujukan kepada suaminya tersebut.
Seperti dilansir BBC, Selasa, (22/5), virus Nipah ini, merupakan wabah virus yang ditularkan melalui hewan ke manusia dan hingga kini masih sulit didiagnosis. Gejala infeksi yang timbul saat terjangkit Nipah adalah demam, muntah, sakit kepala, bukan gejala aneh.
Nipah bahkan dapat mengakibatkan kematian hingga 70 persen dan tidak ada vaksin untuk menyangkal virus tersebut. Sebagai seorang perawat, Lini sebelumnya merawat tiga dari anggota keluarga yang mengidap virus tersebut, ia bahkan diduga sampai menginap di kediaman keluarga tersebut.
Setelah itu, menurut media setempat ia diketahui mulai merasa demam pada Minggu, (20/5). Ia menyadari mengalami gejala-gejala infeksi terjangkit virus Nipah dan meminta untuk dikarantina.
Suaminya, Sajish yang bekerja sebagai akuntan di Bahrain kemudian langsung terbang menuju Kerala setelah dikabari oleh kakak Lini bahwa istrinya berada di rumah sakit.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
