Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 11.10 WIB

Serem, Virus Nipah Mematikan di India Tewaskan 10 Orang

Di India, sekitar 40 orang telah dikarantina karena semakin banyaknya jumlah korban tewas akibat virus Nipah tersebut - Image

Di India, sekitar 40 orang telah dikarantina karena semakin banyaknya jumlah korban tewas akibat virus Nipah tersebut

JawaPos.com - Seorang perawat berusia 28 tahun asal India meninggal dunia akibat menderita virus Nipah yang mematikan di negara bagian selatan India, Kerala pada Senin, (21/5). Wabah virus berbahaya ini menewaskan setidaknya 10 orang termasuk Lini Puthussery dan sembilan lainnya.


Sebelum Lini, sebanyak sembilan orang lainnya di Kozhikode meninggal dunia akibat wabah virus mematikan tersebut. Sementara itu, dua orang lainnya yang telah menjalani tes kesehatan juga dinyatakan positif terkena wabah virus tersebut dan dalam keadaan kritis.


Di India, sekitar 40 orang telah dikarantina karena semakin banyaknya jumlah korban tewas akibat virus Nipah tersebut. Otoritas kesehatan di seluruh Kerala menjadi lebih waspada dengan mendirikan tenda-tenda medis dan ruang kontrol untuk menghadapi situasi tersebut.


Lini merupakan seorang perawat dan memiliki dua putera. Ia sempat menuliskan surat terakhir untuk suaminya saat masa kritisnya bertahan melawan penyakit.


"Kurasa aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi, maaf. Tolong besarkan anak-anak kita dengan baik," begitu isi surat yang ditujukan kepada suaminya tersebut.


Seperti dilansir BBC, Selasa, (22/5), virus Nipah ini, merupakan wabah virus yang ditularkan melalui hewan ke manusia dan hingga kini masih sulit didiagnosis. Gejala infeksi yang timbul saat terjangkit Nipah adalah demam, muntah, sakit kepala, bukan gejala aneh.


Nipah bahkan dapat mengakibatkan kematian hingga 70 persen dan tidak ada vaksin untuk menyangkal virus tersebut. Sebagai seorang perawat, Lini sebelumnya merawat tiga dari anggota keluarga yang mengidap virus tersebut, ia bahkan diduga sampai menginap di kediaman keluarga tersebut.


Setelah itu, menurut media setempat ia diketahui mulai merasa demam pada Minggu, (20/5). Ia menyadari mengalami gejala-gejala infeksi terjangkit virus Nipah dan meminta untuk dikarantina.


Suaminya, Sajish yang bekerja sebagai akuntan di Bahrain kemudian langsung terbang menuju Kerala setelah dikabari oleh kakak Lini bahwa istrinya berada di rumah sakit.







Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore