
Ilustrasi mobil listrik
JawaPos.com - Maraknya wacana pembuatan mobil listrik nasional membuat produsen mobil merasa optimistis dan tertantang. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia Yohanes Nangoi.
Ketua umum GAIKINDO tersebut senang apabila pemerintah Indonesia ingin mengadakan mobil listrik nasional. Dirinya mendukung program tersebut. Namun menurutnya, beberapa catatan harus dipertimbangkan oleh pemerintah.
"Indonesia sangat memungkinkan untuk memiliki mobil listrik nasional. Akan tetapi tantangan kedepannya yang berat, bukan tidak mungkin," ujarnya di Hotel Century, Selasa (22/5).
Nangoi mengingatkan bahwa sebelum merealisasikan mobil listrik nasional, yang perlu diperhatikan yaitu industri pendukungnya. Salah satunya adalah pembuatan baterai. Menurutnya bahan utama mobil listrik adalah baterai.
"Saat ini baru sekitar dua atau tiga negara yang bisa membuat baterai untuk mobil listrik. Jika Indonesia bisa membuatnya, maka Indonesia menjadi salah satu bagian negara elit yang bisa memproduksi baterai sendiri," lanjut Nangoi.
Nangoi tidak sepakat jika Indonesia melakukan impor baterai Litium dari Tiongkok atau negara lainnya. Sebaiknya bahan baku pembuatan mobil listrik tidak diimpor seluruhnya.
"Kalau Impor semua Indonesia kebagian apanya? Membuat rangka? Pada hal Indonesia bisa lebih dari itu. Kalau impor semua, keungtungan industri dari dunia otomotif kecil sekali," tuturnya.
Di sisi lain tersiar wacana akan diberhentikannya mobil combustion engine pada tahun 2030-2040 mendatang, dan Nangoi berharap bahwa hal itu tidak benar. Sebab dia tidak menginginkan mobil berbahan bakar minyak mati begitu saja.
"Saya harap semuanya berjalan beriringan, combustion engine tetap jalan, mobil listrik jalan. Jangan langsung dimatiin, karena dampaknya tidak akan bagus. Seperti halnya penjualan mobil matik, dulu tidak banyak yang meinat tapi pada akhirnya sekarang malah banyak. Intinya seperti itu. Biarkan jalan bersama nanti juga akan berhenti dengan sendirinya," tukas Nangoi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
