
ilustrasi kapal terbakar di perairan lepas pantai.
JawaPos.com - Sebuah kapal kargo, Kapal Motor (KM) Lintas Bahari 8 yang bersandar di Dermaga Gudang Mataso, Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat terbakar, pada Selasa (22/5) sore. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Sementara untuk kerugian materi, sampai saat ini masih dihitung.
Pihak kepolisian juga masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran. Dari pantauan Pontianak Post, kepulan asap hitam keluar dari bagian tengah kapal.
Puluhan petugas pemadam kebakaran swasta Kota Pontianak dan kapal pemadam milik Pelindo II berusaha keras memadamkan api. Petugas dari Kapolsek Pontianak Barat beserta anggota Danramil, anggota KP3L turut dikerahkan.
Salah satu anggota Pemadam Kebakaran Panca Bhakti, Jekitio mengatakan, upaya pemadaman sempat menemukan kendala. Sebab, yang terbakar adalah bagian dalam palka. Sehingga, petugas kesulitan untuk masuk mendekati titik api.
"Dari keterangan kawan yang masuk ke dalam, titik apinya tak terlalu besar. Asap pekat hitam itu berasal dari material yang terbakar," katanya dikutip dari Pontianak Post (Jawa Pos Grup), Rabu (23/5).
Meski api tidak besar, petugas harus berhati-hati. Pasalnya, kepulan asap yang tebal membuat sulit bernafas. Petugas pun menggunakan alat bantu pernapasan dalam proses pemadaman.
Jekitio menambahkan, saat berusaha memadamkan api, pihaknya langsung mencari kapten kapal guna meminta informasi tentang isi barang dalam kapal. Dari informasi kapten, muatan kapal yakni semen dan styrofoam.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 dan api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 17.30. Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis mengaku belum dapat memastikan sumber api lantara masih dalam penyelidikan.
Berdasarkan dugaan sementara, sumber api berasal dari kamar mesin. "Belum dapat dipastikan dari mana asalnya. Keterangan lebih lanjut nanti kami informasikan," sebutnya.
Kapolsek KP3L AKP Primas D Maestro, menjelaskan kapal yang terbakar adalah KM Lintas Bahari 8 milik PT Mutiara Nasional Line. Kebakaran pertama kali diketahui oleh ABK (Anak Buah Japal) di Dermaga Mataso.
Api diperkirakan berasal dari kamar mesin. Pada saat itu mesin kapal dalam keadaan hidup.
Kapal yang datang dari Jakarta ini sudah bersandar selama dua hari di Dermaga Mataso karena sedang dilakukan bongkar muat. Kapal tersebut dinahkodai Cap Asun dengan jumlah ABK sebanyak 18 orang.
Selama bekerja, seluruh ABK ini tinggal di dalam kapal. "Proses pemadaman sampai api benar-benar padam kurang lebih sekitar sejam. Dalam pemadaman dibantu oleh beberapa yayasan damkar swasta dan dari KM KPLP," katanya.
Setelah pemadaman, pihaknya mengamankan tempat kejadian sebagai langkah antisipasi tindakan pencurian. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Barat, Polair, KPLP serta instansi terkait dalam menangani kasus ini.
Dihubungi terpisah, anggota Komisi B DPRD Pontianak, Herman Hofi Munawar memandang kejadian terbakarnya kapal ini merupakan kelalaian dari syahbandar.
"Menurut saya fungsi dan peran syahbandar harus diperkuat. Apalagi ini menjelang hari raya. Pastinya arus orang dan barang juga meningkat. Syahbandar harus betul-betul melakukan pengecekan tiap kapal yang berlayar dan berlabuh," tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
