
Sutradara film Selembar itu berarti, Dedy Arliansyah Siregar (kiri) dan salah satu pemainnya, Anwar Fuadi (kiri) saat press screening di kawasan Kuningan, Jakarta, Selatan (22/5).
JawaPos.com - Lama tak muncul di layar lebar, aktor senior Anwar Fuadi terlibat dalam film Selembar Itu Berarti. Dia mengaku bersedia terlibat karena film besutan Dedy Arliansyah Siregar tersebut tidak menjual mimpi. Sebaliknya, menurut Awar, film ini sangat mendidik. Sebab, memiliki pesan moral yang tinggi mengenai pendidikan di tanah air.
"Kalau soal honor mah jelas main sinetron lebih-lebih, sinetron bisa sampai ribuan episode, makannya saya lama nggak main film. Tapi demi Selembar Itu Berarti, ada moral yang harus disampaikan," kata Anwar saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/5).
Selembar Itu Berarti merupakan film nasional bergenre drama yang fokus bercerita mengenai perjalanan penuh liku dua kakak beradik, Putri dan Diaz. Mereka yang berasal dari keluarga miskin. Setelah ditinggal kedua orang tuanya, mereka harus bertahan hidup dan mengejar impian.
Pada awal plot, Putri dan Diaz telah menggerakkan hati para penonton dengan mengumpulkan kertas bekas untuk sekolah. Lembar demi lembar mereka kumpulkan demi dapat menggunakannya untuk bersekolah.
Putri dan Diaz yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) hidup di sebuah desa di Langkat, Tapanuli Utara, yang perjalanan menuju ke sekolahnya pun butuh perjuangan. Ibunya bekerja serabutan dan sakit-sakitan, sedangkan ayahnya telah lebih dulu tiada. Kemudian, hidup keduanya semakin berat ketika ditinggal kedua orang tua.
Karakter Diaz bisa dibilang yang paling menonjol dalam kisah ini. Kecadelannya menyebut huruf k menjadi t menjadi kekuatan karakternya. Semangat dan cita-citanya menjadi presiden untuk mengubah nasib keluarga dan kepolosannya pun menginspirasi.
Putri, kakak Diaz yang dewasa sebelum usianya, mengajarkan nilai-nilai kedewasaan yang belum tentu dimiliki anak seusianya. Kerja keras dan keikhlasannya pun membimbing sang adik menjadi pribadi yang tangguh dan penurut. Meski tak mampu, Putri pantang dikasihani. Terdapat satu kutipan dalam film yang terjadi antara Putri dan sahabatnya yang menawarkan bantuan.
"Ayahku pernah bilang, saat kita senang, kita boleh berbagi kesenangan itu sama orang lain. Tapi saat kita sulit, kita nggak boleh sampai menyulitkan orang lain," kata Putri dalam film Selembar Itu Berarti.
Film ini Layak ditonton bersama keluarga. Sebuah film inspiratif dan mengharukan, banyak pelajaran dan pesan moral yang dapat ditarik dari film ini. Perjuangan hidup Putri dan Diaz yang dapat menguras air mata, kejujuran, dan godaan pejabat desa hingga kepedulian dalam bertetangga.
Akankah Putri dan Diaz dapat bersama-sama tanpa putus sekolah? Dapatkah cita-cita Diaz tercapai? Temukan jawabannya dalam 100 menit film Selembar Itu Berarti yang akan tayang di bioskop mulai 24 Mei 2018 mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
