
Ilustrasi Naik Kedudukan (Freepik)
JawaPos.com - Memasuki Agustus 2026, sebagian masyarakat Jawa kembali menaruh perhatian pada perhitungan weton dalam Primbon Jawa.
Tradisi ini dipercaya dapat menggambarkan potensi energi yang menyertai seseorang pada periode tertentu, termasuk peluang memperoleh rezeki, meningkatkan kewibawaan, hingga mendapatkan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurut perhitungan Primbon Jawa, setiap bulan memiliki nilai energi yang berbeda sehingga posisi setiap weton juga mengalami perubahan.
Pada Agustus 2026, terdapat delapan weton yang disebut sedang berada pada posisi lungguh, yaitu kondisi yang dipercaya membawa peluang lebih baik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Meski demikian, penting dipahami bahwa perhitungan weton bukanlah penentu nasib seseorang.
Primbon Jawa hanya menggambarkan potensi berdasarkan ilmu titen yang diwariskan secara turun-temurun.
Ikhtiar, doa, perilaku baik, serta kerja keras tetap menjadi faktor utama dalam meraih keberhasilan hidup.
Simak selengkapnya yang dirangkum dari kanal YouTube Ftika Chanel pada Rabu (29/07).

Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Hasil Babak Pertama Persebaya vs Port FC: Miguel Pereira Cetak Gol Perdana, Skor Masih 1-1
Prediksi Persebaya Surabaya vs Port FC: Bruno Moreira Dikabarkan Cedera, Bernardo Tavares Buka Peluang Rotasi Pemain
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
