
Ilustrasi orang bayar utang sebelum Imlek. (Freepik)
JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana hangat, penuh harapan, dan sarat makna simbolis. Di balik kemeriahan lampion, angpao, ada beberapa kepercayaan yang diyakini etnis Tionghoa bisa memengaruhi perjalanan hidup.
Salah satu yang paling sering dibahas adalah anjuran untuk menyelesaikan utang sebelum Imlek tiba. Bagi sebagian etnis Tionghoa, ini bukan sekadar urusan finansial, melainkan bagian dari upaya menata energi dan memulai tahun dengan kondisi yang lebih ringan.
Dalam budaya Tionghoa, pergantian tahun dipandang sebagai momen “reset”. Apa yang dibawa dari tahun lama diyakini akan memengaruhi alur rezeki, hubungan, dan kesejahteraan selama setahun ke depan.
Oleh karena itu, utang baik yang bersifat materi maupun emosional kerap menjadi perhatian khusus menjelang Imlek. Berikut enam kepercayaan yang sering dikaitkan dengan urusan utang dan persiapan menyambut Tahun Baru Imlek:
1. Melunasi Utang Sebelum Tahun Baru Dimulai
Kepercayaan paling umum menyebutkan bahwa memasuki tahun baru dengan utang yang belum terselesaikan sama artinya membawa beban lama ke fase hidup yang baru. Utang dipandang sebagai simbol keterikatan dan tekanan, sehingga banyak keluarga berusaha menyelesaikan kewajiban finansial sebelum malam Imlek agar tahun baru dimulai dengan rasa lega dan optimisme.
2. Tidak Menagih atau Meminjam Uang pada Hari Imlek
Hari pertama Imlek dipercaya sebagai waktu sakral untuk menyambut keberuntungan. Menagih atau meminjam uang pada hari ini dianggap dapat memicu energi negatif, baik dalam hubungan sosial maupun kondisi keuangan. Karena itu, aktivitas finansial semacam ini biasanya dihindari demi menjaga suasana harmonis.
3. Menyelesaikan Konflik dan Utang Emosional
Utang tidak selalu soal uang. Dalam tradisi, konflik yang belum selesai juga dianggap sebagai “beban” yang sebaiknya ditinggalkan sebelum tahun baru. Berdamai, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan diyakini membuka ruang bagi energi positif masuk ke kehidupan pribadi dan keluarga.
4. Menahan Diri dari Transaksi Finansial Besar
Selain utang, transaksi besar seperti pinjam-meminjam uang juga sebaiknya ditunda di hari Imlek. Pengecualian biasanya diberikan untuk angpao, yang dimaknai sebagai simbol berbagi rezeki dan doa baik, bukan sebagai utang yang harus dikembalikan.
5. Membersihkan Beban Lama Sebagai Simbol Awal Baru
Tradisi membersihkan rumah menjelang Imlek sering disandingkan dengan melunasi utang. Keduanya sama-sama melambangkan upaya membuang kesialan dan membuka ruang bagi energi baru. Utang yang diselesaikan dipandang sebagai tanda kesiapan menyambut peluang dan rezeki di tahun mendatang.
6. Menghindari Pembicaraan Soal Utang di Hari Pertama Imlek

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
