Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Agustus 2025 | 16.46 WIB

Usai Hasto Kristiyanto Diberi Amnesti, Ribuan Kader PDIP Tancap Gas Hadiri Kongres VI di Nusa Dua Bali

Terdakwa kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) untuk anggota DPR Harun Masiku dan perintangan penyidikan, Hasto Kristiyanto menjalani vonis di Jakarta, (25/7/). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemberian amnesti dari Presiden Prabowo Subianto kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membawa angin segar bagi partai belambang banteng. Sebab, dikabarkan DPP PDI Perjuangan akan menggelar Kongres sebuah perhelatan akbar untuk kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum.

Pantauan JawaPos.com di salah satu tempat penginapan para kader PDIP, mereka terlihat mengenakan seragam partai untuk menghadiri Kongres yang akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, pada Jumat (1/8).

Mereka yang akan hadir dalam gelaran Kongres PDIP diwajibkan mengenakan id card khusus. Bahkan, telepon genggam para peserta tidak diperkenakan dibawa dalam acara tersebut.

Salah satu kader PDIP dari Kalimantan Selatan yang enggan disebutkan namanya, mengakui bahwa dirinya akan menghadiri konsolidasi partai yang bertema 'Berderap Dalam Satu Rampak Barisan'.

"Menghadiri konsolidasi di Nusa Dua Bali," ucap salah satu kader PDIP tersebut.

Sementara, terkait pemberian amnesti dari Presiden Prabowo kepada Hasto Kristiyanto, para kader PDIP pun merasa senang. Mereka berharap Hasto bisa hadir dalam acara akbar tersebut.

"Kami bangga sebagai kader, tetapi PDIP tidak pernah musuh-musuhan," ujarnya.

Gelaran Kongres VI PDIP ini digelar setelah terselenggaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bali Beach Convention Center, Denpasar, pada Rabu (30/9). Kegiatan itu dihadiri Anggota DPR RI dan DPRD Fraksi PDIP se-Indonesia yang kurang lebih berjumlah 3.200 peserta.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus, menyatakan forum Bimtek yang telah digelar sebagai momentum penting untuk mendengarkan aspirasi akar rumput sekaligus mengonsolidasikan langkah partai secara nasional.

“Sebagai partai, kita harus mendengar pandangan dari akar rumput PDIP. Sekarang ada banyak isu penting, seperti putusan MK, sistem pemilu ke depan, hingga kebijakan pemerintah yang perlu disinergikan dengan daerah,” ucap Deddy di Bali, Kamis (31/7).

Ia menambahkan, para anggota legislatif dari fraksi PDIP harus menyatukan frekuensi dan mencari inovasi untuk memperkuat kinerja politik.

“Contohnya, Pak Wayan Koster mempresentasikan perencanaan jangka panjang Bali selama 100 tahun. Ini bisa jadi contoh bagus bagi daerah lain, agar tak setiap ganti kepala daerah malah ganti rencana pembangunan,” jelasnya.

Terkait arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara tersebut, Deddy menyampaikan bahwa pesan utamanya adalah menjaga soliditas partai.

“Secara umum, Ibu Megawati mengingatkan agar partai tetap solid sebagai organisasi dan memiliki frekuensi perjuangan yang sama,” tuturnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore