Terdakwa kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) untuk anggota DPR Harun Masiku dan perintangan penyidikan, Hasto Kristiyanto menjalani vonis di Jakarta, (25/7/). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemberian amnesti dari Presiden Prabowo Subianto kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membawa angin segar bagi partai belambang banteng. Sebab, dikabarkan DPP PDI Perjuangan akan menggelar Kongres sebuah perhelatan akbar untuk kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum.
Pantauan JawaPos.com di salah satu tempat penginapan para kader PDIP, mereka terlihat mengenakan seragam partai untuk menghadiri Kongres yang akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, pada Jumat (1/8).
Mereka yang akan hadir dalam gelaran Kongres PDIP diwajibkan mengenakan id card khusus. Bahkan, telepon genggam para peserta tidak diperkenakan dibawa dalam acara tersebut.
Salah satu kader PDIP dari Kalimantan Selatan yang enggan disebutkan namanya, mengakui bahwa dirinya akan menghadiri konsolidasi partai yang bertema 'Berderap Dalam Satu Rampak Barisan'.
"Menghadiri konsolidasi di Nusa Dua Bali," ucap salah satu kader PDIP tersebut.
Sementara, terkait pemberian amnesti dari Presiden Prabowo kepada Hasto Kristiyanto, para kader PDIP pun merasa senang. Mereka berharap Hasto bisa hadir dalam acara akbar tersebut.
"Kami bangga sebagai kader, tetapi PDIP tidak pernah musuh-musuhan," ujarnya.
Gelaran Kongres VI PDIP ini digelar setelah terselenggaranya Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bali Beach Convention Center, Denpasar, pada Rabu (30/9). Kegiatan itu dihadiri Anggota DPR RI dan DPRD Fraksi PDIP se-Indonesia yang kurang lebih berjumlah 3.200 peserta.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus, menyatakan forum Bimtek yang telah digelar sebagai momentum penting untuk mendengarkan aspirasi akar rumput sekaligus mengonsolidasikan langkah partai secara nasional.
“Sebagai partai, kita harus mendengar pandangan dari akar rumput PDIP. Sekarang ada banyak isu penting, seperti putusan MK, sistem pemilu ke depan, hingga kebijakan pemerintah yang perlu disinergikan dengan daerah,” ucap Deddy di Bali, Kamis (31/7).
Ia menambahkan, para anggota legislatif dari fraksi PDIP harus menyatukan frekuensi dan mencari inovasi untuk memperkuat kinerja politik.
“Contohnya, Pak Wayan Koster mempresentasikan perencanaan jangka panjang Bali selama 100 tahun. Ini bisa jadi contoh bagus bagi daerah lain, agar tak setiap ganti kepala daerah malah ganti rencana pembangunan,” jelasnya.
Terkait arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara tersebut, Deddy menyampaikan bahwa pesan utamanya adalah menjaga soliditas partai.
“Secara umum, Ibu Megawati mengingatkan agar partai tetap solid sebagai organisasi dan memiliki frekuensi perjuangan yang sama,” tuturnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
