Ilustrasi seseorang yang mengecilkan volume musik. (Freepik).
JawaPos.com - Ketika sedang mengemudi sambil mendengarkan lagu favorit dan bernyanyi penuh semangat, lalu menyadari bahwa tujuan sudah dekat, apa yang biasa dilakukan?
Sebagian besar orang langsung menurunkan volume musik, bahkan mematikannya sepenuhnya. Setelah itu, fokus tertuju pada mencari nomor rumah atau memperhatikan peta digital dengan seksama.
Kebiasaan kecil ini mungkin terdengar sepele, tetapi para ahli psikologi melihatnya sebagai jendela untuk memahami cara kerja otak manusia dalam kondisi fokus tinggi. Dilansir dari Geediting pada Kamis (29/5), menurunkan volume musik saat sedang mencari alamat menunjukkan enam kemampuan kognitif yang kuat.
1. Mampu Mengatur Beban Kognitif dengan Baik
Otak manusia hanya memiliki kapasitas memori kerja yang terbatas. Ini adalah ruang sementara yang digunakan untuk menyimpan informasi seperti petunjuk arah atau alamat tujuan. Musik, terutama yang memiliki lirik, dapat mengganggu kapasitas ini karena otak dipaksa memproses melodi, kata-kata, dan lingkungan sekaligus.
Dengan mematikan musik, otak jadi bisa lebih fokus menyelesaikan tugas utama: menemukan alamat yang dituju.
Penelitian menunjukkan bahwa suara tambahan dapat mempersempit bidang pandang pengemudi. Menurunkan volume akan membantu mengembalikan fokus visual secara optimal.
2. Punya Kontrol Selektif terhadap Perhatian
Selektif atensi adalah kemampuan otak untuk menyaring informasi yang masuk dan hanya memproses yang relevan. Saat musik dimatikan secara refleks, berarti otak sedang menyingkirkan gangguan suara agar mata bisa lebih jeli memperhatikan sekitar.
Simulasi mengemudi menunjukkan bahwa musik dengan volume tinggi membuat pengemudi cenderung lebih cepat melaju dan melewatkan informasi penting, sementara suasana tenang membantu fokus lebih tajam. Gerakan cepat ke kenop volume mencerminkan sistem selektif atensi yang bekerja sangat efektif.
3. Mampu Menyaring Informasi Sensorik yang Tidak Diperlukan
Setiap saat, otak menerima berbagai rangsangan—dari suara, cahaya, getaran, hingga gerakan kendaraan. Kemampuan untuk menyaring informasi sensorik yang tidak penting disebut sensory gating, dan ini sangat krusial saat dibutuhkan fokus tinggi.
Dalam kondisi mencari alamat, informasi visual dan spasial menjadi prioritas, bukan lirik lagu yang diputar. Orang yang mengecilkan volume musik sedang mengalihkan otak dari mode hiburan multisensorik ke mode pemindaian tunggal: visual.
Studi pemindaian otak menunjukkan bahwa saat pengemudi mendengarkan bahasa kompleks, bagian otak yang bertanggung jawab terhadap kesadaran visual dan spasial akan mengalami penurunan aktivitas. Keheningan justru membantu meningkatkan kinerja area tersebut.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
