Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 01.36 WIB

Jika Kamu Secara Naluriah Mengecilkan Volume Musik Saat Mencari Alamat, Psikologi Menyebut Kamu Kemungkinan Memiliki 6 Kemampuan Kognitif Ini

Ilustrasi seseorang yang mengecilkan volume musik. (Freepik).


JawaPos.com - Ketika sedang mengemudi sambil mendengarkan lagu favorit dan bernyanyi penuh semangat, lalu menyadari bahwa tujuan sudah dekat, apa yang biasa dilakukan?

Sebagian besar orang langsung menurunkan volume musik, bahkan mematikannya sepenuhnya. Setelah itu, fokus tertuju pada mencari nomor rumah atau memperhatikan peta digital dengan seksama.

Kebiasaan kecil ini mungkin terdengar sepele, tetapi para ahli psikologi melihatnya sebagai jendela untuk memahami cara kerja otak manusia dalam kondisi fokus tinggi. Dilansir dari Geediting pada Kamis (29/5), menurunkan volume musik saat sedang mencari alamat menunjukkan enam kemampuan kognitif yang kuat. 

1. Mampu Mengatur Beban Kognitif dengan Baik

Otak manusia hanya memiliki kapasitas memori kerja yang terbatas. Ini adalah ruang sementara yang digunakan untuk menyimpan informasi seperti petunjuk arah atau alamat tujuan. Musik, terutama yang memiliki lirik, dapat mengganggu kapasitas ini karena otak dipaksa memproses melodi, kata-kata, dan lingkungan sekaligus.

Dengan mematikan musik, otak jadi bisa lebih fokus menyelesaikan tugas utama: menemukan alamat yang dituju.

Penelitian menunjukkan bahwa suara tambahan dapat mempersempit bidang pandang pengemudi. Menurunkan volume akan membantu mengembalikan fokus visual secara optimal.

2. Punya Kontrol Selektif terhadap Perhatian

Selektif atensi adalah kemampuan otak untuk menyaring informasi yang masuk dan hanya memproses yang relevan. Saat musik dimatikan secara refleks, berarti otak sedang menyingkirkan gangguan suara agar mata bisa lebih jeli memperhatikan sekitar.

Simulasi mengemudi menunjukkan bahwa musik dengan volume tinggi membuat pengemudi cenderung lebih cepat melaju dan melewatkan informasi penting, sementara suasana tenang membantu fokus lebih tajam. Gerakan cepat ke kenop volume mencerminkan sistem selektif atensi yang bekerja sangat efektif.

3. Mampu Menyaring Informasi Sensorik yang Tidak Diperlukan

Setiap saat, otak menerima berbagai rangsangan—dari suara, cahaya, getaran, hingga gerakan kendaraan. Kemampuan untuk menyaring informasi sensorik yang tidak penting disebut sensory gating, dan ini sangat krusial saat dibutuhkan fokus tinggi.

Dalam kondisi mencari alamat, informasi visual dan spasial menjadi prioritas, bukan lirik lagu yang diputar. Orang yang mengecilkan volume musik sedang mengalihkan otak dari mode hiburan multisensorik ke mode pemindaian tunggal: visual.

Studi pemindaian otak menunjukkan bahwa saat pengemudi mendengarkan bahasa kompleks, bagian otak yang bertanggung jawab terhadap kesadaran visual dan spasial akan mengalami penurunan aktivitas. Keheningan justru membantu meningkatkan kinerja area tersebut.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore