
Delapan Weton Dunyo Sugih Dunyo yang Disebut Raja Uang dan Pemilik Aliran Rezeki Tak Berseri Menurut Primbon Cirebon (freepik)
JawaPos.com - Tradisi Jawa sejak lama dikenal kaya akan tuntunan hidup yang berfokus pada harmoni, keseimbangan, dan aliran energi baik. Dalam Primbon Jawa, sejumlah kebiasaan sederhana dipercaya mampu membuka pintu rezeki, meningkatkan keberuntungan, dan menjaga ketenangan batin.
Meski bersifat tradisional, banyak praktik ini kembali populer karena dinilai relevan dengan gaya hidup modern yang membutuhkan ruang lebih luas bagi energi positif.
Berikut rangkuman ritual harian dan aturan rumah yang diyakini mampu menghadirkan aura baik menurut Primbon Jawa, sekaligus menjadi panduan bagi siapa pun yang ingin menjaga keseimbangan hidup.
Memulai Hari dengan Kebiasaan Positif
Bangun sebelum subuh menjadi salah satu ritual utama dalam Primbon. Waktu ini dianggap sebagai momen ketika energi baik mulai aktif, sehingga siapa pun yang bangun lebih awal dipercaya lebih mudah mendapatkan kelancaran aktivitas sepanjang hari.
Tradisi Jawa juga menekankan pentingnya sedekah pagi. Memberi sebelum matahari naik diyakini dapat membuka pintu rezeki, melapangkan jalan, serta menumbuhkan rasa syukur.
Selain itu, menjaga tutur kata menjadi bagian penting. Dalam ajaran lama, ucapan diyakini memiliki getaran yang dapat menjadi doa. Karena itu, kata-kata negatif dianggap mampu mengundang energi buruk, sementara kata baik memperkuat keberkahan.
Merawat Rumah agar Energi Rezeki Tidak ‘Bocor’
Rumah dipandang sebagai pusat energi, sehingga kondisi benda di dalamnya perlu diperhatikan. Primbon mengajarkan untuk segera menyingkirkan barang yang rusak seperti cermin pecah, gelas retak, hingga jam mati.
Benda-benda tersebut dipercaya dapat 'menghambat rezeki' atau membuat energi baik tidak maksimal. Kebiasaan membuka payung di dalam rumah juga dianggap kurang baik karena dinilai dapat menghalangi datangnya keberuntungan.
Bagi pemilik pusaka seperti keris atau tombak kecil, tradisi Jawa menyarankan perawatan rutin agar energinya tetap selaras. Sementara itu, hal sederhana seperti merapikan alas kaki dipercaya mampu menciptakan suasana rumah yang lebih tertata dan harmonis.
Menjaga Sikap & Mengolah Batin
Dalam Primbon, restu orang tua dan guru disebut sebagai salah satu pintu rezeki terbesar. Menghormati mereka bukan hanya tradisi, tetapi dianggap sebagai cara menjaga aliran energi baik dalam hidup.
Selain itu, beberapa orang menjalankan laku tirakat seperti puasa mutih, pantang makan selain nasi putih dan air putih. Praktik ini dipercaya membantu menenangkan pikiran, membersihkan hati, dan memperkuat pengendalian diri.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, ritual dan petuah Jawa seperti ini kembali banyak dicari, terutama oleh generasi muda yang ingin menjalani hidup lebih mindful namun tetap dekat dengan akar budaya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
