
Ilustrasi seseorang berbicara dengan percaya diri./Freepik
JawaPos.com-Sejak berabad-abad lalu, masyarakat Jawa percaya bahwa kehidupan manusia memiliki keterikatan dengan alam semesta. Setiap bayi yang lahir bukan hanya membawa nama, melainkan juga peta kehidupan yang tercermin dari hari dan pasaran kelahirannya—yang dikenal dengan istilah weton.
Weton menjadi pedoman yang merangkum karakter, nasib, rezeki, jodoh, hingga ujian hidup seseorang. Ia dipandang bukan sekadar hitungan waktu, melainkan sebuah jejak kosmik yang menghubungkan manusia dengan jagat raya.
Di antara lima pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon), Weton Pahing selalu menempati posisi istimewa. Ia sering disebut sebagai weton para pejuang. Orang yang lahir pada pasaran ini dipercaya memiliki energi besar, daya tahan luar biasa, serta takdir hidup yang tidak biasa.
Namun, di balik kekuatan itu, jalan hidup orang Pahing sering kali penuh ujian.
Dilansir dari kanal Ngaos Jawa, layaknya permata yang masih tertutup tanah, mereka harus ditempa oleh kesulitan demi memancarkan cahaya sejatinya.
Dalam ajaran leluhur Jawa, setiap pasaran menyimpan energi kosmik yang memengaruhi perjalanan hidup seseorang. Pahing memiliki neptu 9, sebuah angka yang sarat dengan makna.
Angka 9 dalam filosofi Jawa sering dikaitkan dengan kesempurnaan dan puncak perjalanan.
Ia dianggap sebagai angka pamungkas, simbol kekuatan dan kepemimpinan.
Namun, angka ini juga membawa tantangan besar: hidup yang keras, penuh pertarungan, sebelum mencapai titik kejayaan.
Tak heran bila orang yang lahir di bawah naungan weton Pahing sering digambarkan sebagai pribadi tangguh, berjiwa petarung, dan tidak mudah menyerah.
Masyarakat Jawa kuno meyakini, orang Pahing memiliki hubungan kuat dengan energi bumi dan langit. Itulah sebabnya mereka sering diberi jalan hidup yang berliku, seakan semesta sedang menempa mereka untuk takdir besar yang menanti di ujung perjalanan.
Orang yang lahir pada weton Pahing dikenal memiliki watak yang khas. Mereka sering terlihat keras di luar, tetapi sesungguhnya menyimpan batin yang penuh ambisi dan keberanian.
Ambisius dan pantang menyerah – Orang Pahing selalu ingin maju. Mereka sulit puas dengan keadaan dan cenderung terus berjuang untuk meraih sesuatu.
Berani menghadapi risiko – Hidup mereka penuh tantangan, namun justru di situlah kekuatan mereka muncul.
Cerdas dan strategis – Banyak orang Pahing pandai membaca situasi, tahu kapan harus menyerang, kapan harus bertahan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
