Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 04.27 WIB

Tak Pernah Kurang Harta! 6 Weton Unggulan 'Tibo Bondho' Hidup Penuh Syukur, Selalu Didekatkan Kekayaan Menurut Primbon Jawa

Ilustrasi seseorang yang tak pernah kurang harta


JawaPos.com - Dalam tradisi Jawa, ada istilah yang cukup menarik: tibo bondho. 

 
Secara harfiah berarti “jatuh rezeki” atau “jatuh harta”, istilah ini menggambarkan orang-orang yang dalam perjalanan hidupnya kerap mendapat limpahan keberuntungan materi. 
 
Namun, primbon Jawa juga mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan hanya soal tumpukan uang, melainkan juga rasa cukup, hati yang lapang, serta sikap syukur yang mengundang rezeki mengalir tanpa henti.
 
Baca Juga: Uang Datang Mendekat! 6 Weton Istimewa Tak Perlu Susah-Susah Mencari Harta, Sebab Kekayaan Selalu Lebih Dulu Mendatangi

Menurut hitungan weton—perpaduan antara hari kelahiran (Senin–Minggu) dengan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon)—ada beberapa kombinasi yang diyakini membawa hoki finansial. 
 
Mereka disebut jarang mengalami kekurangan harta, selalu ada jalan keluar saat kesulitan, bahkan tak sedikit yang menjadi “magnet kekayaan” di sekitarnya.

Dilansir dari Youtube Ngaos Jawa pada Rabu (20/8), terdapat enam weton unggulan yang kerap disebut sebagai tibo bondho menurut primbon Jawa.
 
Baca Juga: 7 Weton Kesayangan Malaikat Rezeki, Hidup Penuh Berkah dan Harta Berlimpah Menurut Primbon Jawa

1. Jumat Legi – Rezeki Tak Pernah Putus

Mereka yang lahir pada Jumat Legi dipercaya memiliki pancer rezeki yang kuat. 
 
Jalan hidupnya cenderung dipenuhi kemudahan dalam hal materi. 
 
Menariknya, meski kadang mengalami jatuh bangun, selalu ada pertolongan datang tepat waktu. 
 
Orang dengan weton ini juga punya daya tarik sosial, sehingga kerap mendapat dukungan dari banyak pihak. 
 
Prinsip syukur dan ringan tangan membuat rezekinya berlipat ganda.

2. Rabu Pahing – Kaya Ilmu, Kaya Harta


Primbon menyebut Rabu Pahing sebagai salah satu weton unggulan dalam hal kecerdasan dan kelancaran rezeki.
 
Mereka umumnya lihai melihat peluang, tak mudah menyerah, dan pandai mengatur harta. 
 
Karena kemampuannya mengelola keuangan, orang Rabu Pahing sering menumpuk kekayaan pelan tapi pasti. 
 
Tak hanya itu, kecerdasannya juga membuat ia disegani, sehingga peluang besar mudah menghampiri.

3. Sabtu Kliwon – Magnet Uang dan Keberuntungan


Sabtu Kliwon sering dianggap memiliki aura spiritual yang kuat. 
 
Mereka dipercaya dekat dengan energi gaib yang membawa kelancaran rezeki. 
 
Dalam kehidupan sehari-hari, orang weton ini kerap “dipertemukan” dengan kesempatan emas, entah lewat bisnis, relasi, atau jalan yang tak disangka-sangka. 
 
Tak heran bila Sabtu Kliwon kerap disebut sebagai “penarik uang” alami, dengan kekayaan yang datang seiring kesungguhan usaha.

4. Senin Pon – Hidupnya Selalu Dicukupkan


Weton Senin Pon dikenal dengan wataknya yang sabar, tenang, dan jarang serakah. 
 
Justru karena itu, rezekinya selalu tercukupi. 
 
Primbon menggambarkan bahwa Senin Pon jarang mengalami kekurangan, karena harta seakan datang menyesuaikan kebutuhannya. 
 
Orang dengan weton ini biasanya pandai berhemat, tidak boros, dan pandai bersyukur—kunci utama agar rezeki tak pernah putus.

5. Kamis Wage – Daya Tarik Bisnis dan Kekayaan


Lahir di Kamis Wage dipercaya sebagai anugerah dalam urusan usaha. 
 
Mereka cenderung berbakat berdagang atau berbisnis, dan pandai memanfaatkan relasi untuk memperbesar peluang.
 
Tak heran, banyak tokoh sukses yang lahir di weton ini. 
 
Kamis Wage juga dikenal ringan tangan, suka berbagi, dan itulah yang membuat kekayaannya sering kembali berlipat ganda.

6. Selasa Kliwon – Penuh Syukur, Kaya Lahir Batin


Selasa Kliwon disebut sebagai weton yang dilindungi dalam urusan finansial.
 
Mereka jarang jatuh miskin, sebab selalu ada jalan rezeki terbuka. 
 
Orang dengan weton ini juga terkenal dermawan dan rendah hati. 
 
Justru sifat itulah yang mengundang kelancaran harta. 
 
Hidupnya selalu diberi kecukupan, bahkan sering mendapat rezeki tak terduga dari arah yang sulit ditebak.

Kesimpulan: Kekayaan Berasal dari Rasa Syukur


Enam weton di atas hanyalah gambaran dari kearifan primbon Jawa. 
 
Meski disebut sebagai tibo bondho dan dipercaya dekat dengan rezeki, sejatinya kunci utama tetaplah usaha, doa, serta hati yang penuh syukur. 
 
Hidup yang tidak pernah kurang harta bukan hanya karena kelahiran, tetapi juga karena bagaimana seseorang menjaga sikap, berbuat baik, dan mengelola nikmat yang sudah dimiliki.

Seperti pepatah Jawa, “urip iku sawang-sinawang”—hidup adalah soal cara pandang. 
 
Dengan hati yang syukur, harta sebesar apa pun akan terasa cukup, dan rezeki sekecil apa pun akan selalu membawa kebahagiaan.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore