Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 15.38 WIB

Orang-Orang yang Semakin Bahagia Setiap Dekade Biasanya Berhenti Melakukan 7 Hal Ini Sejak Dini Menurut Psikologi

seseorang yang semakin bahagia (Freepik/EyeEm) - Image

seseorang yang semakin bahagia (Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Kebahagiaan bukanlah tujuan akhir yang dicapai dalam sekejap, melainkan perjalanan panjang yang dipupuk dari waktu ke waktu.

Dalam studi psikologi modern, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang cenderung menjadi lebih bahagia seiring bertambahnya usia bukanlah mereka yang hidup tanpa masalah, melainkan mereka yang secara sadar memilih untuk berhenti melakukan hal-hal tertentu sejak dini.

Kebiasaan-kebiasaan ini seringkali tampak kecil, namun jika terus dipelihara dapat menggerogoti ketenangan batin dan kebahagiaan jangka panjang.

Sebaliknya, ketika seseorang melepaskannya lebih awal, mereka memberi ruang bagi pertumbuhan emosional, koneksi sosial yang lebih sehat, dan perspektif hidup yang lebih bijaksana.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (28/7), inilah tujuh hal yang menurut psikologi, biasanya dihentikan oleh orang-orang yang kian bahagia dari dekade ke dekade:

1. Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Psikologi menyebut fenomena ini sebagai social comparison theory.

Membandingkan diri dengan orang lain—terutama di era media sosial—adalah sumber utama ketidakpuasan diri.

Orang-orang yang semakin bahagia seiring waktu cenderung sadar bahwa setiap individu memiliki garis waktunya sendiri.

Mereka berhenti mengukur pencapaian hidup berdasarkan standar orang lain.

Alih-alih iri, mereka belajar untuk menghargai kemajuan diri sendiri, sekecil apa pun itu.

2. Berhenti Menyimpan Kemarahan dan Dendam

Pakar psikologi menyebut bahwa menyimpan dendam merupakan beban emosional yang menguras energi mental.

Orang yang bahagia cenderung memilih forgiveness (memaafkan) bukan karena mereka setuju dengan perlakuan buruk yang diterima, tetapi karena mereka ingin membebaskan diri dari pengaruh negatifnya.

Sejak dini, mereka belajar untuk menyembuhkan luka emosional dengan pengampunan, bukan pembalasan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore