Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 00.59 WIB

Weton-weton yang Termasuk Garis Nasib Tibo Loro, Siapa Saja Mereka?

Weton-Weton yang Termasuk Garis Nasib Tibo Loro: Siapa Saja Mereka? (wirestock/Freepik) - Image

Weton-Weton yang Termasuk Garis Nasib Tibo Loro: Siapa Saja Mereka? (wirestock/Freepik)

JawaPos.com - Dalam kepercayaan Jawa kuno, khususnya dalam primbon, nasib manusia bisa dilacak berdasarkan wetonnya.

Salah satu garis nasib yang banyak menarik perhatian adalah Tibo Loro, yakni garis nasib yang menandakan seseorang akan sering diuji dengan rasa sakit, baik secara fisik maupun emosional.

Meski terdengar berat, penting untuk mengenali weton-weton yang termasuk dalam kategori ini agar kita bisa lebih waspada dan siap menjalani hidup dengan bijak.

Berdasarkan penjelasan dari kanal YouTube yang membawa weton yakni, Sabdaning Ratu, weton yang memiliki garis nasib Tibo Loro terbagi dalam dua golongan.

Golongan pertama adalah mereka yang memiliki jumlah neptu 9, yaitu weton Senin Legi dan Minggu Wage. Ciri utama dari pemilik weton ini adalah sifatnya yang royal dan tidak pelit. Mereka suka memberi dan ringan tangan, terutama dalam urusan rezeki.

Namun justru karena sifat baiknya ini, mereka kerap dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, kekecewaan sering kali menjadi teman hidup mereka.

Golongan kedua adalah weton dengan jumlah neptu 14, yaitu Rabu Pon, Jumat Kliwon, Sabtu Legi, dan Minggu Pahing. Weton-weton ini dikenal memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Apapun yang mereka kerjakan cenderung berhasil, tapi keberhasilan ini bisa mengundang iri dari orang-orang di sekitarnya.

Mereka juga memiliki watak yang neriman, mampu menerima kenyataan seburuk apapun dan tetap bersyukur. Sayangnya, sifat pasrah dan mudah percaya ini juga sering dimanfaatkan oleh orang lain.

Jika kamu termasuk dalam salah satu weton tersebut, bukan berarti hidupmu akan selalu penuh penderitaan. Justru dengan mengenali potensi kelemahan dan kekuatan diri, kamu bisa lebih waspada dan mengambil sikap yang tepat. Belajar berkata “tidak” pada orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dari kebaikanmu juga merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan batin.

Yang terpenting, ingatlah bahwa ini hanyalah bagian dari ilmu Titen, bukan sesuatu yang mutlak dipercaya. Gunakan sebagai sarana introspeksi dan pengingat, bukan untuk menakut-nakuti. Karena pada akhirnya, yang menentukan hidup kita tetaplah usaha dan restu dari Yang Maha Kuasa.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore